Kudapan-kudapan Favorit Imlek Selain Kue Keranjang

Kue keranjang sudah lama dikenal sebagai makanan khas Imlek. Namun, kuliner pas perayaan Imlek ternyata nggak cuma itu. Selain kue lengket tersebut, masih banyak camilan favorit Imlek lain yang juga kudu kamu buru. Apa saja?

Kudapan-kudapan Favorit Imlek Selain Kue Keranjang
Pedagang camilan Imlek di Kawasan Pecinan, Pasar Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. (Myfunfoodyari.com)

Inibaru.id – Nggak jauh beda dengan Idul Fitri, warga Tionghoa juga menjadikan tradisi kumpul keluarga sebagai bagian dari Perayaan Imlek. Dalam kebersamaan itu, mereka acap kali berbelanja pernak-pernik, aksesori, pakaian berwarna dominan merah, hingga aneka camilan khas seperti kue keranjang.

Di Indonesia, warga keturunan Tionghoa biasa membanjiri kawasan pecinan untuk berbelanja menjelang Imlek seperti ini. Salah satu yang paling ramai adalah di Pasar Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Camilan khas menjadi item yang paling banyak diburu masyarakat, karena memiliki folosofi tersendiri bagi warga "keturunan", seperti halnya Kue Keranjang.

Seperti ditulis Tempo.co, Kamis (8/2/2018), seorang pedagang makanan ringan yang sudah membuka lapaknya selama 10 tahun, Mario, mengungkapkan, nggak cuma kue keranjang yang jadi buruan. Setidaknya ada empat jenis camilan yang paling banyak dicari pembeli menjelang Tahun Baru Imlek.

Menurut Mario, Teng-teng Kacang menjadi buruan pertama setelah kue keranjang. Dia mengungkapkan, makanan berbahan dasar gula merah dan kacang tanah ini didatangkan langsung dari Tiongkok. Ada beberapa varian rasa teng-teng, yakni rasa kopi, mede, mistacius, dan almond. Teng-teng ini dikemas kecil-kecil dan dibungkus dalam plastik dan berbentuk mirip permen.

Baca juga:
Makanan Khas Imlek dan Maknanya
Tanpa Kembang Api, Tahun Baru Imlek Solo Tetap Meriah

"Dibanding hari biasa, teng-teng bisa laku tiga sampai empat kali lipat,” ucap Mario di Pasar Glodok, "Harganya Rp 100 ribu per kilogram."

Selanjutnya, ada Emping Pedas Manis. Emping khas Imlek ini didatangkan dari berbagai wilayah. Mario mengklaim, kualitas emping yang paling bagus adalah dari Bali.

“Meski ukurannya kecil, emping dari Bali empuk. Harganya Rp 100 ribu per kilo,” ujar Mario. 

Nah, karena harganya yang lumayan mahal, dia juga mengaku menyediakan emping dengan kualitas yang lebih rendah. Mario mencontohkan, emping dari Bandung harganya sekitar Rp 60-80 ribu per kilogram.

"Bentuknya lebih lebar, tapi nggak seempuk emping Bali," ungkapnya.

Simbolis

Manisan Segi Delapan menjadi item ketiga yang paling banyak dicari pembeli. Manisan yang dijual di lapak penganan ringan ini terbilang khusus. Selain enak, manisan yang diletakkan pada kotak segi delapan tersebut memiliki makna simbolis, yakni laksana biji teratai yang melambangkan kesuburan, dan leci sebagai ikatan keluarga. Sementara, bentuk segi delapan melambangkan keberuntungan.

Seperti halnya teng-teng kacang, manisan segi delapan juga didatangkan langsung dari Negeri Tirai Bambu dengan kemasan serupa permen. Rasa dari manisan ini juga beraneka macam, mulai dari rasa buah-buahan seperti plum, ceri, dan apel, hingga rasa yang kekinian seperti green tea.

“Pembeli biasanya memilih rasa acak saja karena boleh dicampur,” ucap Mario.

Perayaan Imlek adalah satu-satunya momen kamu bisa mendapatkan camilan manis ini, karena pada hari-hari biasa, manisan khusus Imlek tersebut nggak dijual di Indonesia.

“Iya, jadi menjelang Imlek saja, didatangkan sekali dalam setahun," terangnya.

Baca juga:
Tahun Baru Imlek: Barongsai yang Mampu Satukan Perbedaan
Solo Jadi Kota Paling Layak Huni di Indonesia

Nah, jenis makanan yang juga nggak bisa dilupakan menjelang Imlek adalah cokelat koin. Pada perayaan apapun, cokelat memang acap digunakan sebagai pelengkap atau hidangan penutup dalam perhelatan-perhelatan penting, termasuk saat Imlek.

Setali tiga uang, cokelat ini juga didatangkan langsung dari Tiongkok. Dikemas menyerupai koin dengan huruf mandarin “Fu”, cokelat yang berdiameter hingga delapan sentimeter itu merupakan perlambang hoki atau keberuntungan.

Hm, perayaan Imlek memang seru. Sebentar lagi nih, Millens. Ikutan berburu kuliner-kuliner manis itu yuk!  (LIF/GIL)