Selain Kontroversial, Kini Formula E Di Monas Ditunda Akibat Corona

Selain Kontroversial, Kini Formula E Di Monas Ditunda Akibat Corona
Formula E di Jakarta ditunda karena covid-19. (AFP/David Dee Delgado)

Formula E yang rencananya akan digelar pada 6 Juni 2020 di kawasan Monas Jakarta ditunda akibat penyebaran virus corona (covid-19). Selain itu, Formula E yang akan digelar di kawasan cagar budaya ini juga menuai protes dari berbagai pihak.

Inibaru.id – Penyebaran virus corona (covid-19) hingga ke Indonesia menyebabkan pertandingan Formula E yang rencananya akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, akhirnya ditunda. Organizing Committee (OC) Formula E memastikan jadwalnya akan dibuat ulang.

Penyelenggaraan Jakarta E-Prix yang rencananya digelar Sabtu, 6 Juni 2020 masih dipikirkan ulang jadwal yang tepat guna memprioritaskan keselamatan masyarakat. Formula E Operations (FEO) sebagai promotor dan pemegang lisensi ABB FIA Formula E Championship menyetujui keputusan itu.

“Langkah ini kami ambil sebagai upaya preventif terhadap perkembangan COVID19 dengan pertimbangan mengutamakan keselamatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Ibukota,” kata Chairman OC Jakarta E-Prix, Dwi Wahyu Daryoto.

Penyelenggaraan Formula E di Jakarta. (Sam Bloxham-LAT-Formula E)
Penyelenggaraan Formula E di Jakarta. (Sam Bloxham-LAT-Formula E)

Menuai Kontroversi

Sebelumnya, penyelenggaraan balap Formula E ini juga menuai kontroversi yang diserukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), DPRD DKI hingga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Penolakan mereka bersadar pada kekhawatiran akan terjadinya kerusakan di kawasan Monas sebagai cagar budaya.

Ketua TACB Pemprov DKI Jakarta Mundardjito menjelaskan, salah satu alasan dari revitalisasi Monas adalah penyelenggaraan Formula E. Padahal revitalisasi cagar budaya dilarang melakukan perubahan pada bentuk asli bangunan. Selain itu, alasan etika pelaksanaan Formula E juga dia pertanyakan.

Penyelenggaraan Formula E ini dinilai nggak memperhatikan prosedur serta aturan yang ada. Seperti yang diprotes oleh ketua IAAI Wiwin Djuwita Ramelan yang mengatakan bahwa kegiatan itu harusnya mendapat izin dari banyak pihak yang tergabung dalam Komisi Pengarah. Hal ini telah diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995.

Monas Jakarta yang akan direvitalisasi. (Antara/Aprillio Akbar)<br>
Monas Jakarta yang akan direvitalisasi. (Antara/Aprillio Akbar)

Mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dijelaskan bahwa revitalisasi harus memperhatikan beberapa poin berupa fungsi sosial, tata ruang, tata letak, dan lanskap budaya asli.

"Di pasal 86, pemanfaatan yang dapat menyebabkan terjadi kerusakan wajib didahului dengan kajian, penelitian, dan analisis mengenai dampak lingkungan," kata Wiwin.

Revitalisasi Monas yang dilakukan sejak 20 November 2019 mendapat sorotan pula karena adanya penebangan 190 pohon. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pelaksana Formula E juga akan membongkar susunan batu alam yang ada di Monas. Tentunya untuk mendukung penyelenggaraan Formula E yang membutuhkan sirkuit sepanjang 2.588 m dengan 12 tikungan.

Terlepas dari risiko kesehatan, harusnya penyelenggaraan formula E ini dipertimbangkan dengan matang ya, Millens(Med/MG26/E06)