Sekali Lagi Bermain Tamiya, Ajak si Kecil Turut Serta

Sekali Lagi Bermain Tamiya, Ajak si Kecil Turut Serta
Bermain Mobil Mini 4WD bisa mendekatkan hubungan antara ayah dan anak. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sudah lama nggak terdengar gaungnya, ternyata Tamiya masih ada. Ketimbang main gawai, ajaklah si kecil ke sirkuit Tamiya di tempat ini.

Inibaru.id - Bocah laki-laki itu berkali-kali memungut mobil 4WD milik ayahnya yang keluar lintasan. Meski harus bolak-balik dia nggak tampak keberatan. Rona wajahnya ceria. Matanya selalu mengikuti ke mana Tamiya merah ayahnya bergerak.

Kepada saya sang ayah, Rukmana mengaku mengajak anak laki-lakinya ke sini untuk meredakan rengekannya hendak bermain ponsel pintar. Menurutnya lebih baik main Tamiya ketimbang gim daring. 

“Kalau sudah gini dia lupa sama permintaannya,” ujar Rukmana.

Aldi senang bermain Tamiya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Aldi senang bermain Tamiya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Saya mendekati anak Rukmana, Aldi. Dia mengaku senang bisa bermain di sini meski hanya "bertugas" memungut Tamiya milik ayahnya yang keluar lintasan.

“Nggak papa. Senang saja lihat Tamiya. Penginnya menang terus,” kata Aldi.

Bagi sebagian orang, Tamiya mungkin dianggap mainan kuno. Anggapan tersebut datang karena mobil 4WD identik dengan mainan anak 90-an. Namun siapa nyana, mainan tersebut masih banyak beredar, dimainkan, bahkan memiliki banyak penggemar. Buyung Marbudi, pemilik toko Terminal Tamiya menjelaskan seperti apa kondisi Tamiya.

Para pengguna Tamiya bersiap melombakan mobil mini 4WD-nya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Para pengguna Tamiya bersiap melombakan mobil mini 4WD-nya. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Sebetulnya Tamiya itu nggak meredup eksistensinya atau malah punah. Sebetulnya masih cuma memang nggak se-booming dulu. Soalnya juga sekarang makin banyak mainan apalagi mainan digital, kayak game-game gitu. Semua memiliki masa,” ujarnya saat ditemui di Terminal Tamiya pada Sabtu (7/3) siang.

Buyung juga menambahkan kalau animo masyarakat saat ini mulai tumbuh kembali. Hal itu terlihat dari lintasan Tamiya yang dia miliki. Pengunjung saban harinya selalu ramai. Pembeli di tokonya pun semakin beragam, mulai dari dewasa hingga anak-anak.

Yap, Buyung Marbudi mengelola toko Tamiya. Kalau kamu tertarik melihat toko sekaligus lintasan Tamiya, kamu bisa datang ke lantai 3 Java Mall, dekat bioskop Cinepolis. Nggak sekadar mainan, Buyung berpendapat kalau Tamiya sangat penting bagi perkembangan anak.

Anak-anak yang kebetulan lewat juga sangat tertarik untuk melihat perlombaan Tamiya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Anak-anak yang kebetulan lewat juga sangat tertarik untuk melihat perlombaan Tamiya. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Sekarang kan anak-anak dikit-dikit gadget dan main game. Nggak sepenuhnya baik. Ajak bermain di luar kembali dengan mobil-mobil 4WD ini. Menurut saya, selain membuat nggak antisosial juga bisa mendekatkan hubungan ayah dan anak,” ujarnya.

Saya tengok di sebelah lintasan, beberapa anak menonton. Nggak seorang pun memegang ponsel pintar seperti yang sering saya lihat di beberapa tempat umum. Hm, mungkin benar ya, main Tamiya bisa bikin anak lupa gawai. Kalau menurut pendapatmu gimana, Millens? (Audrian F/E05)