Sejumlah Mal di Bandung Raya Terancam Dijual, Minat Beli?

Sejumlah Mal di Bandung Raya Terancam Dijual, Minat Beli?
Mal di Bandung Raya terancam dijual karena terus merugi akibat pandemi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Di Bandung Raya, sejumlah mal terancam dijual karena terus merugi. Mereka sudah kesulitan untuk mendapatkan keuntungan karena sepi pengunjung. Apakah pemerintah perlu melonggarkan aturan agar mal kembali ramai?

Inibaru.id – Imbas dari pandemi Covid-19 memang sangat parah. Hampir semua sektor mengalami kesulitan dalam menghadapinya, termasuk pusat perbelanjaan seperti mal. Bahkan, belakangan viral kabar sejumlah mal di Bandung Raya terancam dijual. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bandung Raya Handianto Lie pada Selasa (24/8/2021) lalu, setidaknya ada lima mal di Bandung Raya yang terancam dijual. Penyebabnya, apa lagi kalau nggak sepinya pengunjung akibat pandemi dan berbagai aturan yang membatasi orang untuk keluar rumah atau berkerumun.

“Ya kurang lebih begitu. Kalau kepastian belum tahu karena data yang masuk bicaranya begitu,” ujar Handianto.

Hanya, Handianto juga nggak memberikan rincian mal mana saja di Bandung Raya yang bakal dijual. Satu hal yang pasti, meski mal-mal ini boleh beroperasi di masa PPKM, tetap saja kunjungan masyarakat sepi dan membuat mal-mal ini merugi.

Sebagai contoh, pemerintah memang membolehkan mal menerima pengunjung hingga 50 persen. Namun, dalam realitanya, yang datang nggak sampai 20 persen dari kapasitas mall. Kebanyakan sekitar 10 sampai 15 persen saja. Bahkan, ada juga yang di bawah 10 persen.

“Sebelum Covid juga ada beberapa yang memang kurang berjalan baik. Ditambah dengan sekarang nih. Kemarin puncaknya waktu PPKM ya nggak kuat lah,” ucap Handianto.

Meski sudah ada kelonggaran, tetap saja mal di berbagai tempat sepi pengunjung. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Meski sudah ada kelonggaran, tetap saja mal di berbagai tempat sepi pengunjung. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Intinya, mal dengan status trade center memang kondisinya nggak baik akibat menurunnya daya beli masyarakat dengan signifikan. Ditambah dengan kekhawatiran tertular penyakit jika datang ke sana, semakin menurun pula penjualan. Apalagi, pembatasan sejumlah jenis usaha juga masih dilakukan pemerintah.

“Bioskop lah yang kemarain sebelum PPKM sudah boleh buka itu kunjungan mal naik drastis, ditambah ada film bagus. Sekarang PPKM tutup nggak boleh buka lagi,” keluhnya.

Nggak Hanya Terjadi di Bandung Raya

Ancaman mal ditutup atau dijual karena merugi nggak hanya terjadi di Bandung Raya. Kalau menurut Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) pusat, hal ini terjadi di semua daerah. Penyebabnya juga sama, yakni pandemi serta kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengatasinya.

Menurut Ketua Umum APPBI Alphozus Widjaja, mereka memang nggak lagi bisa merinci mal apa saja yang akan dijual demi nggak mengganggu proses penyelamatan yang sedang diperjuangkan. Satu hal yang pasti, dia mengungkap kalau pusat perbelanjaan di hampir semua tempat di Indonesia sudah nggak lagi punya dana cadangan.

Hm, kamu mau beli nggak, Millens? (Det/IB09/E05)