Sejarah Jamu, Sejak Kapan Orang Indonesia Mengonsumsinya?

Sejarah Jamu, Sejak Kapan Orang Indonesia Mengonsumsinya?
Sebagai minuman tradisional Indonesia yang berkhasiat tinggi, jamu punya sejarah panjang. (WikimediaCommons)

Sejarah jamu, minuman tradisional Indonesia sangatlah panjang karena sudah ada sejak zaman kerajaan. Hanya, sebenarnya sejak kapan sih orang Indonesia mulai mengonsumsinya?

Inibaru.id - Jamu dikenal sebagai minuman tradisional Indonesia yang masih bertahan hingga saat ini. Nggak hanya baik untuk menjaga kesehatan, konon jamu juga bisa menyembuhkan sejumlah penyakit. Hanya, pernahkah kamu terpikir tentang sejarah jamu? Kira-kira, sejak kapan ya orang Indonesia mengonsumsinya?

Diperkirakan, orang Indonesia sudah mengenal jamu sejak 1300 M. Selain itu, catatan sejarah juga membuktikan bahwa minuman ini cukup populer di masa Kerajaan Mataram. Hal ini dibuktikan dengan adanya artefak berupa cobek dan ulekan yang dipakai untuk membuat jamu di Situs Arkeologi Liyangan, Gunung Sindoro, Jawa Tengah.

Bukti lain yang memperkuat jamu memiliki sejarah panjang adalah relief-relief di Candi Prambanan, Candi Brambang, dan Candi Borobudur yang menunjukkan adanya minuman tradisional ini. Khusus untuk Candi Borobudur, relief Karmawipangga menunjukkan bahwa jamu memang telah dikonsumsi oleh masyarakat Jawa kuno.

Kalau soal nama, Jamu diperkirakan berasal dari kombinasi kata-kata Jawa kuno berupa "djampi" yang artinya adalah menyembuhkan dan "oesodo" yang bisa diartikan sebagai "sehat". Bahkan, di zaman kerajaan, jamu juga dianggap sebagai salah satu kunci kesaktian anggota kerajaan, bangsawan, dan para pendekar.

Penjual jamu gendong sudah berkurang. (Wikimedia Commons)<br>
Penjual jamu gendong sudah berkurang. (Wikimedia Commons)

Di masa penjajahan Belanda, minat masyarakat meminum jamu sempat menurun. Untungnya, di akhir masa penjajahan Jepang, tepatnya sekitar 1940-an, Komite Jamu Indonesia terlahir dan berhasil kembali mempopulerkan jamu. Modernisasi teknologi ikut merambah peralatan-peralatan produksi jamu sehingga membuat pabrik-pabrik jamu modern bermunculan pada 1974 hingga 1990.

Jamu di zaman sekarang memiliki lebih banyak varian jika dibandingkan dengan di zaman dahulu. Kini, kamu bisa menemukan jamu berbentuk pil, tablet, bubuk instan, atau bahkan berupa minuman sachetan. Sayangnya, hal ini juga berimbas pada semakin menurunnya jumlah pedagang jamu gendong yang legendaris.

Selain itu, pengetahuan tentang manfaat jamu pun semakin sulit dicari. Hal ini berdampak pada berubahnya anggapan masyarakat kepada jamu. Jamu seakan-akan nggak lagi ampuh mengatasi masalah kesehatan dibandingkan dengan obat-obtan konvensional. Padahal, meski nggak disertai dengan sertifikat, ramuan jamu juga bermanfaat, lo.

Ingat, Millens, jamu adalah minuman tradisional Indonesia warisan nenek moyang yang terbukti baik bagi kesehatan tubuh. Kita pun wajib untuk melestarikannya. Jadi, sudah minum jamu hari ini, Millens? (Ind/IB28/E07)