Sejarah 25 Tahun Silam Terulang di Amongrogo

Salah satu pebulu tangkis tanah air bahkan sampai pingsan saat upacara penyerahan medali akibat kelelahan setelah bertanding!

Sejarah 25 Tahun Silam Terulang di Amongrogo
Pasangan Ganda Campuran Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari (Djarum Badminton)

Inibaru.id – Babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior yang dilangsungkan di GOR Amongrogo, Yogyakarta pada Minggu, 22 Oktober 2017, kembali mengulang sejarah yang pernah dicapai Indonesia pada 25 tahun silam. Sebagaimana kejuaraan yang berlangsung pada tahun 1992 tersebut, Indonesia juga berhasil merebut dua emas dari kategori individual.

Baca juga: Tangis Gregoria Mariska seusai Menjadi Juara Dunia Junior 2017

Adalah pebulu tangkis ganda campuran Rinov Rivaldy/ Pitha Haningtyas Mentari dan Gregoria Mariska Tunjung yang turun di tunggal putri yang berhasil mengulang sejarah tersebut. Jika pasangan Rinov Mentari berhasil memenangi All Indonesian Final melawan sesama rekan seperjuangannya Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Gregoria harus bersusah payah melawan wakil Tiongkok, Han Yue.

Laga final di nomor ganda campuran berlangsung tiga gim dengan hasil 21-23, 21-15, 21-18. Lamanya waktu pertandingan ini disebabkan oleh kedua pasangan yang sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing karena telah berlatih bersama di Pelatnas Cipayung. Hanya saja, Rinov dan Mentari mampu menjaga konsentrasi lebih baik di gim terakhir sehingga berhasil memenangi pertandingan.

Laga final di tunggal putri berlangsung menegangkan. Sempat unggul 21-13 di gim pertama, Gregoria kemudian dikalahkan Han Yue di gim kedua dengan skor identik. Di gim terakhir, Gregoria bahkan sempat tertinggal jauh 1-6 sebelum akhirnya memenangkannya dengan skor 24-22.

Tak hanya di babak final, Gregoria sebenarnya juga pernah bertemu Han di kategori beregu. Saat itu, Gregoria juga menang dengan straight game, 21-17,21-17. Hanya saja, di babak final ini Han lebih ulet dan lebih baik dalam bermain reli.

“Pertama saya berpikir untuk tidak melakukan kesalahan sendiri dan banyak berdoa. Tanggung, masa di rumah sendiri tidak bisa menang,” ucap Gregoria mengenai kunci kemenangannya usai pertandingan sebagaimana dikutip dari Beritagar (22/10).

Baca juga: Kevin Akan “Jadi” Mbok Jamu dalam Ajang Miss International 2017

Fadia Pingsan saat Penyerahan Medali

Tak hanya Gregoria, Rinov, dan Mentari yang mencuri panggung di ajang ini, pebulu tangkis yang dikalahkan Rinov dan Mentari, Siti Fadia Silva Ramadhanti juga mendapatkan apresiasi karena jatuh pingsan saat upacara penyerahan medali. Durasi pertandingan yang sangat lama dan perjuangan luar biasa yang Ia kerahkan saat bertanding membuat energinya habis dan kelelahan. Saat lagu Indonesia Raya berkumandang, tubuh Fadia terus ditopang oleh pasangan mainnya, Rehan Naufal Kusharjanto. Setelah lagu selesai, tubuh Fadia yang semakin lemas membuatnya akhirnya jatuh pingsan. (AW/SA)