Sejak Kapan Muncul Aturan Laki-laki Rambut Pendek, Perempuan Rambut Panjang?

Sejak Kapan Muncul Aturan Laki-laki Rambut Pendek, Perempuan Rambut Panjang?
Rambut perempuan panjang, rambut laki-laki pendek. Kok bisa, ya? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Ada aturan tertulis yang dipatuhi banyak orang, yakni perempuan rambut panjang, laki-laki rambut pendek. Sejak kapan ya aturan ini diterapkan dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia?

Inibaru.id – Kamu nyadar nggak, Millens, ada aturan nggak tertulis yang uniknya dipatuhi hampir semua orang di seluruh dunia? Aturan tersebut adalah laki-laki rambut pendek dan perempuan rambut panjang. Pernah nggak terpikir sejak kapan aturan ini mulai diterapkan umat manusia, ya?

Zaman memang sudah banyak berubah dari waktu ke waktu. Mode dan tren juga telah banyak berganti. Di zaman kerajaan seperti Majapahit dulu, masyarakat Nusantara nggak membedakan panjangnya rambut bagi laki-laki atau perempuan. Kita mempercayainya dari sejumlah buku, film kolosal, dan sebagainya.

Meski begitu, di foto-foto yang diambil di masa penjajahan Belanda, sepertinya hal ini berubah. Sudah banyak laki-laki di Indonesia yang berambut pendek, sementara kaum hawa tetap mempertahankan rambut panjangnya. Lantas, apakah perubahan kultur rambut pendek dan panjang ini berasal dari budaya barat?

Perbedaan Gaya Rambut Laki-Laki dan Perempuan Sudah Ada Sejak Zaman Yunani dan Romawi Kuno

Kalau ditanya alasan mengapa rambut laki-laki harus pendek dan rambut perempuan panjang, ternyata belum jelas, lo, Millens. Ada yang menduga rambut wanita sengaja dipanjangkan agar mereka mampu memancarkan kecantikan dan keanggunannya. Rambut yang panjang bisa ditata dan membuat penampilan mereka jadi lebih menarik.

Ada alasan mengapa rambut laki-laki dan perempuan beda sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ada alasan mengapa rambut laki-laki dan perempuan beda sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nah, kalau kaum laki-laki, sengaja memotong rambut pendeknya agar lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Mereka nggak bakal mudah gerah atau kerepotan dengan rambut panjangnya.

Menariknya, perbedaan rambut laki-laki dan perempuan ini sudah ada sejak zaman Romawi Kuno serta Yunani kuno, lo, Millens. Hal ini diungkap oleh seorang arkeolog bernama Elizabeth Bartman. Selain itu, kalau kamu mau mengecek sejumlah patung atau lukisan yang berasal dari zaman tersebut, memang terlihat jelas kalau kaum laki-lakinya sudah berambut pendek, bukan?

Nah, pendapat lain diungkap Kurt Stenn, penulis buku Hair: a Human History. Menurutnya, sejarah rambut terkait dengan pembentukan citra. Jadi, rambut dianggap bisa menunjukkan jenis kelamin, agama, kekuasaan, hingga kondisi kesehatan seseorang.

Kalau menurutnya, kaum perempuan terbiasa memanjangkan rambut agar terlihat sebagai orang sehat. Jika rambutnya tertata dan terlihat oke, dia dianggap sebagai orang yang sehat. Semakin panjang rambut, maka seorang perempuan dianggap mampu meluangkan waktu untuk merawat rambutnya. Dia pun dianggap memiliki status sosial yang lebih baik.

Nah, kalau laki-laki memilih rambut pendek demi status sosial. Di zaman dulu, mereka yang berambut pendek dianggap sebagai orang-orang yang bekerja di dunia militer. Nah, karier di bidang ini dianggap bergengsi, Millens. Menariknya, hingga sekarang, orang-orang di dunia militer tetap mempertahankan budaya mengatur rambutnya.

Wah, ternyata ada sejarah unik terkait dengan laki-laki rambut pendek dan perempuan rambut panjang, Millens. Kalau kamu, tetap mengikuti aturan nggak tertulis ini, nggak? (Gri/IB09/E05)