Segera Beroperasi, Berikut Deretan Fakta Palapa Ring

Segera Beroperasi, Berikut Deretan Fakta Palapa Ring
Update proyek Palapa Ring 2018. (Kompas)

Palapa Ring rencananya bakal diresmikan Presiden Joko Widodo pada Senin (14/10/2019) malam. Apa saja sih keuntungan dan fakta menarik Palapa Ring ini?

Inibaru.id – Sebentar lagi sobat Millens nggak perlu khawatir lagi deh dengan jaringan internet yang kadang angot-angotan. Ini karena "Tol Langit" Palapa Ring segera diresmikan Presiden Joko Widodo. Peresmian Palapa Ring itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (14/10/2019) di Istana Merdeka.

Palapa Ring merupakan jaringan serat optik internet cepat yang dibangun di bagian barat hingga timur Indonesia mulai dari Merauke ke Sabang dan Miangas ke Rote. Konon, Palapa Ring siap beroperasi di Indonesia untuk memeratakan jaringan internet. Apa benar sih? Yuk, cek fakta-faktanya berikut.

Tercetus pada 2007

Rencana proyek Palapa Ring sudah tercetus sejak 2007 silam. Namun, rencana tersebut terbengkalai dan nggak ditindaklanjuti. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) kemudian kembali menghidupkan proyek tersebut dengan memulai tender proyek Palapa Ring jilid II pada 2015.

Pembangunan Palapa Ring dibagi menjadi tiga bagian yaitu Palapa Barat, Tengah, dan Timur. Palapa Barat meliputi wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Palapa Tengah meliputi Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara. Sementara, Palapa Timur meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan pedalaman Papua.

Palapa Barat dan Tengah sudah digarap sebelumnya. Jadi, Palapa Ring ini tinggak mengintegrasikan kedua jaringan tersebut dengan jaringan baru yakni Palapa Ring Timur.

Jangkau 34 Provinsi

Palapa Ring memiliki serat optik sepanjang 36.000 kilometer. Serat optik tersebut menjangkau 57 kabupaten/kota yang terpencil dengan kontur geografis yang sulit sekalipun. Nanti, Palapa Ring jadi tulang punggung sistem telekomunikasi nasional dengan jangkauan 440 kabupaten/kota dilansir dari laman CNN Indonesia, Senin (14/10). Kecepatan internet yang dapat dihasilkan Palapa Ring juga disebut lebih besar yakni 100 Gbps.

Skema Pendanaan

Proyek Palapa Ring dibiayai menggunakan skema Kerja sama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU). Hal tersebut sesuai dengan Perpres No 38 Tahun 2015. Kerja sama yang dilakukan meggunakan konsep BOOT (Build-Own-Operate-Transfer) dengan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP) yang diprakarsai Kementerian Keuangan. Dana yang digunakan adalah Dana Kontribusi Universal Service Obligation (USO) dengan nilai investasi sebesar Rp 5,13 triliun.

Meratakan Akses Broadband di Indonesia

Palapa Ring dibangun dengan tujuan untuk pemerataan akses broadband yang berkualitas di seluruh Indonesia. Dengan begitu, diharapkan dapat tercipta kemudahan komunikasi dan akses informasi, terbukanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan berbasis internet, serta meningkatnya gairah untuk berkompetisi di pasar global.

Realisasi

Sebelum ini, proyek Palapa Ring Barat diresmikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada 15 Juni 2016 di Kota Batam. Proyek Palapa Ring Tengah juga sudah selesai pada 22 Desember 2018. Sementara, proyek Palapa Ring Timur baru selesai pada Agustus 2019.

Semoga dengan adanya Palapa Ring ini bidang e-sports dan startup Indonesia makin melejit ya, Millens! (MG28/E04)