Sederet Panggilan ke Teman di Kota-kota Jawa, Kamu Paling Sering Pakai yang Mana?

Sederet Panggilan ke Teman di Kota-kota Jawa, Kamu Paling Sering Pakai yang Mana?
Ada sejumlah panggilan ke teman di kota-kota Jawa yang unik dan sering kita dengar, Millens. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Di kota-kota yang ada di Pulau Jawa, ada sederet istilah khas untuk memanggil teman-teman, khususnya yang akrab. Apa saja ya daftar panggilan ke teman-teman itu?

Inibaru.id – Beda dengan orang-orang Amerika atau Eropa yang cenderung memanggil teman dengan namanya secara langsung, orang-orang Asia punya sederet panggilan ke teman yang khas. Kalau yang sekarang ngetren sih panggilan “hyung” yang diadopsi dari K-pop. Panggilan ini sering kita temui di media sosial.

Nah, nggak hanya panggilan khas Korea saja, sebenarnya orang-orang Indonesia juga punya panggilan khas ke teman-temannya. Di Jawa, misalnya, panggilan khas ini bisa berbeda-beda di setiap kota, lo. Jadi, nggak hanya “kak”, “bro”, atau “cuy” aja deh. Berikut adalah daftar-daftar panggilan tersebut.

1.       Dab

Panggilan “dab” ini sering ditemui di anak-anak muda Jogja, khususnya anak muda berjenis kelamin laki-laki. Panggilan ini sebenarnya adalah plesetan dari panggilan “mas” jika ditilik dari aksara Jawa. Cara plesetan ini mirip dengan “Dagadu” yang sebenarnya aslinya adalah umpatan “Matamu”.

Uniknya, selain “dab”, terkadang kamu juga bisa menemukan orang Jogja dan sekitarnya yang memanggil temannya dengan “masdab”.

2.       Ndes

Beda dengan “dab”, anak muda Semarang sering memanggil temannya dengan “ndes”. Nggak hanya anak muda Kota Semarang, anak-anak muda di sekitarnya seperti Demak, Ungaran, atau Kendal juga memakai panggilan ini.

Ada sejumlah versi dari mana kata “ndes” ini. Hanya, ada yang menyebutnya singkatan dari “gondes” yang juga merupakan singkatan dari “gondrong deso”. Itu lo potongan rambut gondrong tapi justru terkesan klasik. Menarik, ya?

Panggilan-panggilan ke teman ini makin populer dan nggak hanya dipakai di wilayah Jawa saja. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Panggilan-panggilan ke teman ini makin populer dan nggak hanya dipakai di wilayah Jawa saja. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

3.       Lur

Panggilan “lur” ini awalnya berasal dari kawasan Jawa Timur. Ada yang menyebut panggilan ini jauh lebih sopan jika dibandingkan dengan “dab” atau “ndes”. Hal ini disebabkan oleh asal mula “lur” yang dari kata “sedulur” alias saudara.

Panggilan “lur” ini kini menyebar di seantero Jawa Tengah, Yogyakarta, atau Jawa Timur. Kalau kamu dipanggil dengan kata ini, sudah dianggap saudara, Millens. Haha.

4.       Cok

“Cok” atau “Cuk” sebenarnya berasal dari kata yang kasar dan nggak sopan. Hanya, karena saking seringnya digunakan oleh orang-orang Jawa, khususnya Jawa Timur, kini banyak orang yang menganggapnya sebagai panggilan atau umpatan yang biasa saja. Eits, kamu jangan sembarangan memanggil orang yang nggak dikenal atau nggak akrab dengan ini, ya? Bisa jadi masalah besar, lo.

5.       Lek

Kalau panggilan ini, sebenarnya cukup unik, Millens. “Lek” sebenarnya berasal dari kata “Paklek” yang artinya adalah paman. Panggilan ini awalnya digunakan untuk orang-orang yang lebih tua namun bukan keluarga. Persis seperti kita memanggil orang yang bukan keluarga dengan “Om”, “Pak”, atau “Kak”.

Nah, kini panggilan ini bergeser jadi panggilan bagi teman-teman akrab. Yang sering memakainya adalah orang-orang dari kawasan Semarang atau Magelang.

Dari sederet panggilan ke teman-teman di Kota-kota Jawa ini, kamu paling sering memakai yang mana nih, Millens? (Hip/IB09/E05)