Screening Daring Covid-19, Cara Pemkot Semarang Cegah Lonjakan Pasien

Screening Daring Covid-19, Cara Pemkot Semarang Cegah Lonjakan Pasien
Dr Susi Herawati, M Kes, menunjukan screening online covid-19. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kota Semarang telah meluncurkan Screening Online Covid-19. Selain bisa memudahkan petugas, screening tersebut juga bisa meminimalisasi bertambahnya antrean pasien dan menghindarkan kerumunan.

Inibaru.id - Banyaknya orang yang panik dengan kondisi dirinya sejak virus corona menyerang dikhawatirkan akan menimbulkan lonjakan pasien di rumah sakit-rumah sakit. Untuk mencegah hal tersebut Pemerintah Kota Semarang membuat screening daring covid-19 yang sudah diterapkan di Rumah Sakit Wongsonegoro.

Selain mencegah lonjakan pasien, dr Susi Herawati, M Kes, direktur Rumah Sakit Wongsonegoro juga mengatakan kalau screening ini dibuat guna menghindari kerumunan. Beban petugas kesehatan juga lebih ringan.

“Screening covid-19 online agar bisa mengetahui mana masyarakat yang termasuk ODP dan PDP,” ujar dr Susi saat ditemui di Rumah Sakit Wongsonegoro pada Senin (30/3) siang.

FYI, screening covid-19 daring yang baru saja dihadirkan pada Minggu (29/3) lalu ini berupa beberapa pertanyaan mengenai kondisimu. Nantinya, hasil dari screening ini akan memberi arahan apa yang harus kamu lakukan. Dr Susi mengatakan kalau hadirnya screening ini juga bersamaan dengan sudah tersedianya alat rapid test.

Pasien yang mendapat rekomendasi ke Pojok Covid-19 akan ditangani lebih lanjut oleh Tim Dokter. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Pasien yang mendapat rekomendasi ke Pojok Covid-19 akan ditangani lebih lanjut oleh Tim Dokter. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Kalau belum ada alatnya kan sama saja bohong. Makanya kami sudah berani munculkan screening online itu. Jadi orang kalau datang ke sini itu kami sudah siap,” pungkasnya.

Dr Susi juga menambahkan alasan orang datang ke rumah sakit adalah sebaiknya untuk mendiagnosa. Kalau cuma konsultasi, wawancara daring dirasa sudah cukup. Dengan begini, kuota pasien juga dapat tertangani.

“Tentu ada hubungannya dengan alat rapid tes ya. Saat ini hampir semua lembaga kesehatan di Indonesia saling membutuhkan. Jadi alat tersebut bisa dibilang agak sulit mendapatkannya. Kami saja yang memesan 2480 yang datang masih 200,” katanya.

Kemudian dr Susi menjelaskan bagaimana cara kerja screening daring tersebut. Pertama, buka situs www.rswnsmg.com/testcovid19 untuk mendaftar. Setelah itu, akan muncul beberapa pertanyaan yang harus kamu jawab. 

Salah satu contoh jawaban screening daring covid-19 yang merekomendasikan untuk datang ke Pojok Covid-19. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Salah satu contoh jawaban screening daring covid-19 yang merekomendasikan untuk datang ke Pojok Covid-19. (Inibaru.id/ Audrian F)

Dari jawaban yang kamu berikan, sistem akan memberi notifikasi. Jika terindikasi corona, kamu akan diminta mengisolasi diri atau datang ke Rumah Sakit Wongsonegoro atau tepatnya di Pojok Covid-19.

“Di pojok covid-19 nanti akan bertemu dengan dokter kami. Di sana akan ada screening lebih lanjut,” tandas dr Susi.

Kalau kamu merasa terjangkit, silakan isi formulirnya ya, Millens. (Audrian F/E05)