Sapaan "Lu Gue" Asli Betawi? Tunggu Dulu, Ini Fakta Sebenarnya

Sapaan
Sapaan "Lu Gue" yang dipakai antar teman sering dianggap asli Betawi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Banyak orang yang mengira panggilan "Lu Gue" berasal dari budaya Betawi asli. Padahal, hal ini kurang tepat, lo. Lantas, dari mana ya aslinya?

Inibaru.id – Kalau kamu bertemu dengan orang-orang yang berasal dari kawasan Ibu Kota, pasti akan terbiasa dengan sapaan “Lu Gue”. Sapaan ini sebagai pengganti “Aku” dan “Kamu”. Orang-orang di sana menganggapnya sebagai sapaan yang lebih akrab atau menandakan kedekatan dengan orang lain. Menariknya, banyak orang yang berpikir jika sapaan ini asli dari budaya Betawi. Benar nggak, sih?

Usut punya usut, ternyata sapaan “Lu Gue” nggak jauh berbeda dari sapaan “Ane, Aye, Ente” yang merupakan serapan dari Bahasa Arab. Sapaan ini berasal dari dialek Bahasa Tiongkok! Cukup mengejutkan, ya?

Jadi gini, Millens. Agni Malagina, seorang sosiolog yang berasal dari Universitas Indonesia menjelaskan tentang asal dari sapaan “Lu Gue” di Indonesia, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Ternyata, sapaan ini berasal dari orang-orang Tiongkok yang sering memakainya sejak tinggal di kawasan Fujian.

Nah, orang-orang Tiongkok ini banyak yang merantau, termasuk di sekitar Sunda Kelapa alias Jakarta zaman dahulu. Budaya yang mereka bawa dikenal sebagai budaya Minnan atau Hokkian.

Meski jarang dipakai antar pasangan, sapaan
Meski jarang dipakai antar pasangan, sapaan "Lu Gue" juga terkadang masih dipakai. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Khusus untuk kata “Lu,” ternyata hal ini berasal dari serapan kata yang mirip, yakni “Lu/Leu/Li.” Sementara itu, kata “Gue” berasal dari “Goa atau Gua”. Fungsi dari kata-kata ini sama kok, pengganti kata ganti orang pertama dan ketiga.

Menariknya, nggak hanya bahasa “Lu Gua” yang ternyata diserap dari Bahasa Tiongkok. Kata-kata lainnya seperti “Gopek, Cepek, Ceban, Cingcong, hingga Encang-Encing juga beasal dari situ.

Kamu tahu kan Gopek artinya Rp 500, cepek artinya seratus ceban nilainya sepuluh ribu dan seterusnya, kan? Sementara itu, kata “Encang-encing ternyata adalah panggilan bagi paman atau bibi.

Nggak hanya bahasa, sejumlah hal yang terkait dengan kuliner di Indonesia atau di sekitar Ibu Kota juga banyak yang diserap dari budaya Tiongkok. Beberapa di antaranya adalah bakmi, bakpao, bakwan, hingga kecap. Benda-benda seperti kemoceng, bakiak, teko, atau bahkan dinamai berdasarkan serapan dari bahasa tersebut.

Sebentar, kamu biasa makai “Lu Gue” atau “Anda Kamu” nih, Millens? (Goo/IB09/E05)