Salam Perpisahan Ibu Penderita Covid-19 Sebelum Meninggal: No Llores Mi Nina

Salam Perpisahan Ibu Penderita Covid-19 Sebelum Meninggal: No Llores Mi Nina
Ilustrasi: Pesan terakhir seorang perempuan di Texas kepada teman-temannya di Facebook. (Pixabay/Pexels)

"No llores mi nina," menjadi kata terakhir Sara Montoya, penderita Covid-19 asal Texas, AS, kepada anaknya, yang artinya: Jangan menangis lagi, Putriku! Meninggal pada pertengahan Agustus lalu, dia juga sempat meninggalkan pesan di laman Facebook pribadinya. Apa isinya?  

Inibaru.id – Pandemi Covid-19 masih terus menelan korban. Pertengahan Agustus lalu, seorang perempuan bernama Sara Montoya asal El Paso, Texas, meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona. Sebelum meninggal, dia sempat membagikan cerita via Facebook pribadinya.

Sara nggak sendiri. Perempuan 43 tahun itu tertular bersama suami dan ayah mertuanya akhir Juni lalu. Awalnya, ibu tiga anak tersebut menunjukkan gejala infeksi sinus biasa. Kemudian dia diminta untuk menjalani tes Covid-19 di sebuah tempat.

Pada saat menunggu hasil, dia mengalami demam tinggi. Sara dinyatakan positif Covid-19 pada 1 Juli dan dirawat di rumah sakit. Di sanalah dia menyampaikan pesan penting melalui halaman Facebook-nya.

"Tidak pernah sekali pun aku mengira akan berjuang untuk bisa bernapas, sesuatu yang bisa kita dapat dengan mudah setiap hari saat kita bangun tidur. Tolong jangan bahayakan keluargamu. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Ini tidak sepadan. Kenakan maskermu. Jangan keluar jika tidak penting," pesannya dalam video pada 5 Juli tersebut.

Meski mendapat perawatan yang baik dan semangat hidupnya tinggi, nasib rupanya berkata lain. Kondisi Sara bertambah parah setelah 44 hari dirawat. Karena kesulitan bernapas, Sara harus mengenakan ventilator.

Salah satu putri Sara, Jasmin, menceritakan kondisi sang ibu waktu itu.

"Aku langsung berurai air mata dan menangis... 'No llores mi nina' (Jangan menangis lagi, Putriku) adalah kata-kata terakhir yang kudengar dari ibuku," ujar perempuan 24 tahun ini.

Sempat Membaik

Ilustrasi: Keluar boleh tapi untuk urusan penting saja ya. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Keluar boleh tapi untuk urusan penting saja ya. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Saat mengenakan ventilator, kondisi Sara sempat stabil dan membaik. Namun, kemudian dokter menemukan MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus) di dalam paru-parunya.

Jasmin mengaku sempat berbicara dengan ibunya via Zoom. Perasaannya begitu sedih setelah melihat kondisi ibunya. Siapa yang tidak sedih melihat banyak selang terpasang di mulut dan dada sang ibu? Wajah ibunya juga sering terlihat bengkak. Hingga akhirnya, 13 Agustus lalu Sara meninggal.

"Orang-orang semestinya tidak main-main dengan virus ini dan tetap tinggal di rumah jika bisa," papar Jasmine, yang juga berpesan agar orang-orang tetap mengenakan masker dan menjaga diri. Dia mengingatkan, kesehatan diri sendiri dan orang-orang tercinta sangatlah berharga.

Hm, betul banget ya apa yang disampaikan Jasmine. Jangan sampai kita kehilangan orang yang kita cintai karena Covid-19. Setuju, Millens? (fim/IB21/E03)