Salah Tulis Nama Vaksin, Perempuan Ini Berakhir di Penjara

Salah Tulis Nama Vaksin, Perempuan Ini Berakhir di Penjara
Ilustrasi: Kartu vaksinasi palsu membuat seorang perempuan dipenjara saat liburan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nama vaksin di kartu vaksinasi Covid-19 berbeda dari nama vaksin sebenarnya membuat petugas curiga. Perempuan yang berlibur di Hawaii pun kemudian diinvestigasi. Hasilnya, kartu vaksinasi itu palsu dan membuatnya kini dipenjara.

Inibaru.id – Mengingat kasus Covid-19 di seluruh dunia masih belum benar-benar mereda, vaksin Covid-19 pun jadi syarat mutlak bagi siapa saja yang ingin bepergian ke banyak tempat. Nah, ternyata, ada kasus yang membuat vaksin jadi penyebab seseorang sampai dipenjara, lo.

Kamu pasti menyadarinya, kan, Millens. Syarat untuk melakukan perjalanan, khususnya transportasi umum, hingga mendatangi sejumlah tempat adalah menyertakan bukti telah divaksin. Bukti ini bisa ditunjukkan dengan aplikasi atau dengan dicetak di kertas.

Sejumlah orang sayangnya mengakali hal ini dengan membuat kartu vaksinasi palsu. Intinya sih, mereka belum divaksin tapi bisa pergi ke mana-mana berbekal kartu yang menunjukkan seolah-olah mereka sudah divaksin. Meski terkesan ‘cerdas’, sebenarnya hal ini dan bisa berbahaya, apalagi jika akhirnya tertular Covid-19.

Sayangnya, hal inilah yang dilakukan seorang perempuan berusia 24 tahun bernama Chloe Mrozak dari Oak Lawn, Illinois, Amerika Serikat. Saking penginnya berlibur ke Hawaii, dia memakai kartu vaksin Covid-19 palsu. Sayangnya, dia nggak cermat dalam menuliskan nama vaksin di kartu itu hingga akhirnya dia pun kini dipenjara.

Ceritanya begini, Millens. Chloe nggak ingin melakukan karantina 10 hari sebagaimana wisatawan pada umumnya saat sampai ke Hawaii. Cara untuk melewatinya adalah dengan mengunggah kartu vaksinasi ke sebuah program bernama Safe Travels yang memang terafiliasi dengan sistem kesehatan di Hawaii.

Kartu vaksinasi palsu yang diunggah Chloe. Tulisan Moderna jadi Maderna. (Hawaii Department of Public Safety)
Kartu vaksinasi palsu yang diunggah Chloe. Tulisan Moderna jadi Maderna. (Hawaii Department of Public Safety)

Chloe tiba di Honolulu, Ibu Kota Hawaii pada 23 Agustus 2021 usai naik pesawat maskapai Southwest Airlines. Namun, petugas bandara menemukan ada keanehan pada kartu vaksinasi yang Chloe unggah. Tulisan “Moderna”, nama vaksin yang katanya sudah dia dapatkan, justru tertulis “Maderna”.

Kecurigaan petugas semakin besar saat tulisan tempat vaksinasinya di negara bagian Delaware, padahal Chloe tinggal di Illinois. Kalau kamu penasaran seberapa jauh jarak kedua negara bagian itu, lebih dari 1.200 km, lo, Millens!

Petugas investigasi kejaksaan dari Hawaii, Wilson Lau, akhirnya menginvestigasi hal ini dan menanyakannya ke pejabat kesehatan di Delaware. Hasilnya, ditemukan fakta kalau Chloe nggak pernah vaksinasi di negara bagian tersebut.

Chloe pun akhirnya dituntut dengan pelanggaran ringan di masa pandemi Covid-19. Dia dianggap melanggar aturan darurat Hawaii untuk pengendalian penularan virus ini. Masalahnya, meski pelanggarannya ringan, dia ditahan dengan jaminan cukup mahal, yakni 2000 Dollar AS atau lebih dari Rp 28,5 juta.

Chloe bukan satu-satunya orang yang ditangkap gara-gara berurusan dengan kartu vaksinasi palsu saat liburan ke Hawaii. Seorang ayah dan anak dari negara bagian California juga mengalami hal yang sama beberapa saat sebelumnya.

Hm, jadi penasaran ya apakah di Indonesia juga ada orang yang memakai kartu vaksinasi palsu agar bisa keluar ke berbagai tempat seperti ini, Millens? (Cnn/IB09/E05)