Salah Informasi Sejak Lahir, Mantan Pevoli Putri Aprilia Manganang Dipastikan Laki-Laki

Salah Informasi Sejak Lahir, Mantan Pevoli Putri Aprilia Manganang Dipastikan Laki-Laki
Aprilia Manganang, atlet voli perempuan yang kini dipastikan berjenis kelamin laki-laki. (Twitter/liu_xiao18)

Menjadi bagian dari timnas putri voli Indonesia saat meraih medali perunggu SEA Games 2013 dan 2015 serta perak pada SEA Games 2017, Aprilia Manganang kini justru dipastikan sebagai laki-laki. Salah informasi sejak lahirlah yang membuat pemuda 28 tahun ini dianggap sebagai perempuan.

Inibaru.id – Filipina sempat mempertanyakan jenis kelamin Aprilia Manganang pada gelaran SEA Games 2015. Alasannya, pemain Timnas Voli Putri Indonesia itu terlihat sangat "laki-laki". Namun, kala itu panitia memastikan bahwa Aprilia berjenis kelamin perempuan dan berhak tampil pada ajang itu.

Maka, ketika Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa pada Selasa, 9 Maret 2021, lalu menyatakan bahwa Aprilia adalah seorang laki-laki, publik pun gaduh. Andika mengatakan, berdasarkan pemeriksaan urologi, Aprilia cenderung memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki.

"Bahkan, tidak ada organ-organ internal jenis kelamin perempuan pada Sersan Manganang,” terang Andika.

Ungkapan orang-orang yang mempertanyakan jenis kelamin Aprilia laiknya Filipina pada Sea Games 2015 sejatinya telah mampir sejak lama. Bahkan, kerancuan jenis kelamin sosok bernama lengkap Aprilia Santini Manganang ini telah muncul sedari lahir.

Andika berkesimpulan, kondisi yang menimpa Aprilia adalah hipospadia serius. Hal tersebut, lanjutnya, membuat orang tua dan paramedis yang membantu kelahiran menilai pemuda kelahiran Tahuna, 27 April 1992, itu secara fisik sebagai perempuan.

"Sersan Manganang bukan transgender atau interseks. Kelainan (Aprilia) adalah hipospadia," tegas Andika di Mabes AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat.

Hipospadia Bukan Transgender atau Interseks

Aprilia Manganang saat membela Timnas putri voli Indonesia. (Twitter/idextratime)
Aprilia Manganang saat membela Timnas putri voli Indonesia. (Twitter/idextratime)

Transgender adalah seseorang dengan alat kelamin jelas, tapi punya identitas gender berbeda dengan jenis kelamin yang tersemat sejak lahir, sedangkan interseks dilahirkan dengan kondisi jenis kelamin yang ambigu, misal tubuh perempuan berkelamin laki-laki.

Sementara, hipospadia adalah kelainan sejak lahir pada laki-laki yang membuat lubang uretra nggak terletak pada tempat semestinya, sehingga bentuk alat kelamin nggak normal. Hipospadia yang dialami seseorang dari kondisi ringan hingga parah.

Hipospadia dibagi menjadi tiga: Subcoronal, yakni lubang uretra terletak di suatu tempat di dekat kepala penis; Midshaft, lubang uretra terletak di sepanjang batang penis; dan Penoscrotal, lubang uretra terletak di tempat pertemuan penis dan skrotum.

Nah, inilah yang dialami Aprilia Manganang. Kondisi orang tuanya yang hidup seadanya dan kelahiran yang nggak dibantu dokter ahli saat Aprilia lahir 28 tahun membuat mis-identifikasi. Aprilia yang memiliki kelainan alat kelamin pun kemudian diidentifikasi sebagai perempuan.

Aprilia terus dianggap sebagai perempuan, bahkan ketika menggeluti dunia voli sejak SMP hingga menjadi atlet profesional dan anggota tim voli perempuan. Ketika bergabung dengan TNI AD, dia juga masuk dalam Korps Wanita TNI AD.

Rekan yang Sangat Menghargai Orang Lain

Aprilia Manganang saat masih menjadi pevoli. (Media Indonesia/AFP/Antony Wallace)
Aprilia Manganang saat masih menjadi pevoli. (Media Indonesia/AFP/Antony Wallace)

Aprilia Manganang memutuskan mundur dari dunia voli pada September 2020 silam. Selama sembilan tahun berkarier, dia telah berkontribusi mengantarkan timnas putri meraih perunggu pada SEA Games 2013 dan 2015 serta medali perak SEA Games 2017.

Rekan Aprilia di timas putri, Amalia Fajrina Nabila, mengungkapkan, isu terkait jenis kelamin Aprilia sebetulnya memang sudah lama terjadi. Namun, Amalia menganggap Aprilia sebagai rekan yang baik dan sangat menghargai orang lain.

Amalia beharap Aprilia nggak harus bertanggung jawab atas statusnya yang selama ini menjadi atlet putri. Sebagai gantinya, dia meminta Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) yang menjawab.

“Dengan adanya berita ini, sudah harusnya PBVSI sebagai pengurus pusat. Pertanggungjawaban PB kepada soal Kak April bisa main di kancah internasional seperti dokumen kesehatan dia dan sebagainya, itu balik lagi ke PB,” tukas Amalia, Selasa (9/3).

Terlepas dari kontroversi yang terjadi sebelumnya, kejelasan ini harusnya melegakan semua pihak dan sebaiknya nggak membuat perasaan Aprilia Manganang terluka. Akur? (Oke/IB09/E03)