Saking Tipisnya Oksigen, Zona Mati Teluk Meksiko Nggak Layak buat Hidup

Saking Tipisnya Oksigen, Zona Mati Teluk Meksiko Nggak Layak buat Hidup
Zona mati di Teluk Meksiko disebabkan polusi parah. Di sana, nggak ada kadar oksigen di air yang membuat mahluk lautan mati. (Vox/NASA)

Di Teluk Meksiko, ada wilayah seluas Provinsi Bengkulu yang nggak memiliki kadar oksigen. Di sana, banyak mahluk yang punah karena wilayah tersebut memang nggak layak buat hidup. Penyebabnya? polusi yang dipicu oleh ulah manusia.

Inibaru.id – Pernah membayangkan nggak kalau di permukaan bumi, ada wilayah yang disebut sebagai zona mati karena kadar oksigen yang sangat tipis atau bahkan benar-benar 0.

Wilayah ini ada di Teluk Meksiko. Saking mematikannya, tempat yang juga disebut dengan Dead Zone ini juga dihindari oleh para nelayan yang tinggal di sekitarnya, lo. Hm, seperti apa sih wilayah tersebut?

Kalau menurut keterangan Nature World News, wilayah zona mati ini bisa saja semakin luas dengan area yang nggak main-main, lo, Millens. Luasnya bisa saja mencapai 20.300 km persegi! Kalau dibandingkan dengan wilayah Indonesia, ya hampir setara dengan luas Provinsi Bengkulu yang mencapai 19.919 km persegi. Wih, mengerikan juga, ya?

Lantas, bagaimana bisa ada wilayah seluas itu tanpa kadar oksigen? Jadi, banyak peneliti yang menyebut daerah ini terbentuk akibat tingginya polusi nutrisi yang disebabkan oleh tindakan buruk manusia. Wilayah itu memang ada di lautan, tepatnya di dalam air, namun banyak ikan dan mahluk laut lainnya yang mati di wilayah tersebut sehingga nelayan tentu semakin kesulitan mencari nafkah di sana.

Nah, kalau menurut ilmuwan dari NOAA, wilayah lautan yang hampir nggak punya kadar oksigen ini ada di lepas pantai negara bagian Louisiana dan Texas, Amerika Serikat. Kehidupan laut yang ada di wilayah tersebut sudah mengalami kerusakan hingga 16.404 km persegi. Nggak hanya ikan-ikan yang mati, terumbu karang di sana juga terancam rusak akibat kondisi ini.

Kematian mahluk di zona mati Teluk Meksiko. (watchers.news/ARCGIS)
Kematian mahluk di zona mati Teluk Meksiko. (watchers.news/ARCGIS)

Kalau menurut keterangan Union of Concerned Scientist, disebutkan kalau salah satu pemicu dari munculnya zona mati ini adalah pemupukan berlebihan di lahan-lahan pertanian. Kegiatan ini memang sering dilakukan di musim semi. Saking parahnya pemupukan berlebihan ini, kadar oksigen ini bahkan sampai berkurang drastis di wilayah antara Sungai Mississippi serta Sungai Atchafalaya.

Kerusakan Bumi Akibat Manusia Sangat Parah, Hanya Tinggal 3 Persen Ekosistem Daratan yang Utuh

Nggak hanya wilayah lautan tanpa oksigen yang terus meluas dan jadi perhatian para peneliti, ada hal lain yang bikin miris, yakni tinggal 3 persen ekosistem daratan di planet ini yang masih utus. Fakta ini diungkap oleh peneliti dari University of Cambridge, Inggris, yakni Andrew Plumptre dan rekan-rekannya.

Wilayah dengan ekosistem utuh ini jauh dari jangkauan manusia seperti di Taman Nasional Nouabale-Ndoki yang ada di Kongo, Taman Nasional Serenget-Ngorongoro, Tanzania, wilayah Alto Rio Negro yang ada di pedalaman Hutan Amazon, Great Siberian Polynya yang ada di Rusia, serta Taman Nasional Kawesqar yang ada di Chili.

Hm, nggak nyangka ya ada wilayah di bumi yang tanpa oksigen. Kalau kamu, berani berkunjung ke sana? (Det, Nat/IB09/E05)