Saat yang Ditunggu-tunggu, Apa Saja Ciri Malam Lailatul Qadar?

Saat yang Ditunggu-tunggu, Apa Saja Ciri Malam Lailatul Qadar?
Ilustrasi: Seseorang melakukan tadarus untuk menggapai Lailatul Qadar. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pada sepuluh hari terakhir Ramadan, bakal turun Lailatul Qadar, malam yang dianggap lebih baik dari seribu bulan. Seperti apa ya ciri-cirinya?

Inibaru.id – Nggak terasa kita sudah memasuki sepertiga akhir Ramadan. Hal ini berarti, kita punya kesempatan untuk mendapatkan rahmat dari Lailatul Qadar, malam yang dipercaya lebih baik dari seribu bulan. Omong-omong, kamu tahu nggak sih seperti apa ciri-ciri malam Lailatul Qadar, Millens?

Kalau menurut keterangan Grand Syekh Al Azhar Ahmad Thayyib di situs resmi Lembaga Fatwa Mesir, malam Lailatul Qadar bisa diartikan sebagai malam di mana seseorang bisa mendapatkan ampunan, amal-amalnya diterima, serta bakal dijauhkan dari siksa neraka. Selain itu, pahala yang didapat dari aktivitas ibadah di malam Lailatul Qadar disebut-sebut jauh lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.

Para malaikat pun turun ke bumi untuk memberi salam kepada orang-orang yang berpuasa dan memohonkan ampun untuk mereka,” jelas Syekh Ahmad Thayyib.

Meski begitu, Allah memang merahasiakan kapan malam Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir Ramadan. Hal ini ditujukan agar umat Islam benar-benar serius beribadah dan mencari rahmat dari malam tersebut.

Untungnya sih, ada beberapa tanda atau ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang bisa kamu kenali. Apa saja, ya?

1.       Di Tanggal Ganjil Ramadan

Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menjelaskan kalau malam Lailatul Qadar biasanya jatuh pada hari-hari ganjil pada 10 hari terakhir bulan puasa.

“Bisa 21, bisa 23, bisa 25, 27, 29. Tetapi kita harus stabil dalam beribadah,” ungkapnya, Minggu (2/5/2021).

2.       Biasanya, Kondisi Cuacanya Tenang dan Sejuk

Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Dari hadits yang diriwayatkan Ibu Abbas radliyallahu’anhu, disebutkan kalau Nabi Muhammad SAW pernah mengungkap ciri-ciri malam Lailatul Qadar berupa malamnya tenteram, tenang, nggak terlalu panas, tapi juga nggak terlalu dingin. Sementara itu, di pagi hari setelahnya, matahari terbit dengan teduh dengan sinar berwarna merah.

Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”

Menariknya, dialam I’anatu At-Thalibin, Imam Ghazali pernah mengungkap perhitungan malam Lailatul Qadar. Berikut adalah perhitungan tersebut.

·         Jika Ramadan dimulai pada Minggu atau Rabu, maka malam Lailatul Qadar bakal jatuh pada malam 29 Ramadan.

·         Jika Ramadan dimulai pada Senin, maka malam Lailatul Qadar bakal jatuh pada malam 21 Ramadan.

·         Jika Ramadan dimulai pada Selasa atau Jumat, maka malam Lailatul Qadar bakal jatuh pada malam 27 Ramadan.

·         Jika Ramadan dimulai pada Kamis, maka Lailatul Qadar akan turun pada malam 25 Ramadan.

·         Jika Ramadan dimulai pada Sabtu, maka Lailatul Qadar akan jatuh pada malam 23 Ramadan.

Meski begitu, Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Pendidikan Islam IAIN Surakarta Profesor Toto Suharto menyebut hitungan Imam Ghazali itu belum tentu benar karena nggak ada yang bakal tahu kapan turunnya malam Lailatul Qadar. Hitungan ini hanyalah berdasarkan pengalaman spriritualnya, Millens.

“Hitungan malam Lailatul Qadar itu kan memang para ulama, seperti Imam Ghazali berdasarkan pengalaman mereka. Artinya, tidak ada ketentuan pasti kapan malam Lailatul Qadar itu terjadi,” ungkap Prof Toto, Jumat (15/5/2020).

Ayo Millens, makin giat beribadah biar mendapatkan rahmat di malam Lailatul Qadar ya? (Kom/IB09/E05)