Rotasi Jabatan Zaman Anies Baswedan Dinilai Paling Buruk

Rotasi Jabatan Zaman Anies Baswedan Dinilai Paling Buruk
Anies Baswedan. (Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan rotasi jabatan terhadap 1.125 eselon. Sayangnya, keputusannya ini mendapat kritikan karena dinilai nggak jelas. Berikut beritanya.

Inibaru.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan rotasi jabatan terhadap 1.125 eselon di lingkungan Pemprov DKI pada Senin (25/2/2019). Namun, menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta William Yani, perombakan di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah yang paling buruk. Sebab, pemilihan 1.125 aparatur sipil negara (SN) yang baru dilantik dinilai nggak jelas.

William mengaku dirinya banyak mendapat aduan dari sejumlah ASN sejak rotasi jabatan Senin lalu. Mereka mengadu diturunkan jabatannya.

"Soalnya ada yang mengadu mereka (yang diturunkan) kinerja baik, tapi malah jadi turun ke sekretaris kelurahan," ungkapnya seperti ditulis Medcom.id, Sabtu (2/3).

Politikus dari PDIP ini juga mempertanyakan alasan Anies merotasi sejumlah ASN. Misalnya kriteria pemilihan apa yang digunakan dan adakah kompetensi dari rotasi itu. William pun meminta Anies untuk membuka hasil penilaian rotasi. Tujuannya supaya ASN tahu kinerjanya sehingga ada kejelasan mengapa mereka diturunkan atau dinaikan jabatannya.

"Dibuka hasil penilaian, kenapa orang naik dan turun dan bagaimana cara memilih orang itu. Kalau kemarin itu namanya tertutup, rotasi suka-suka pimpinan," pungkas William.

Sebelumnya, Anies telah merotasi 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI di halaman Balaikota, Jakarta Pusat. Jumlah tersebut terdiri dari 15 pimpinan tinggi pratama atau eselon II, 274 administrator atau eselon III, dan 836 pengawas atau eselon IV.

Anies menyebut bahwa rotasi ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran. Dia berharap dengan adanya rotasi ini, para pejabat dapat lebih mengembangkan potensi diri. Kalau menurutmu gimana, Millens? (IB07/E05)