Rotasi Bumi Melambat, Apa Dampaknya bagi Manusia?

Rotasi Bumi Melambat, Apa Dampaknya bagi Manusia?
Rotasi bumi melambat, berbahayakah? (Flickr/ Yuri Samoilov)

Rotasi bumi melambat sehingga membuat sejumlah hari berlangsung lebih lama pada 2021 dibandingkan dengan 2020. Apakah bakal terjadi penambahan waktu dari 24 jam? Lantas, apa dampaknya ya bagi manusia?

Inibaru.id – Kamu sadar nggak kalau rotasi bumi melambat? Yap, mungkin bagi kita manusia biasa hal ini nggak benar-benar dirasakan. Namun, bagi para peneliti, melambatnya rotasi bumi ini dianggap sebagai masalah yang serius, lo. Ada apa sih?

Kalau berbicara tentang rotasi bumi, yang kita pikirkan biasanya adalah efeknya berupa kita mengalami siang dan malam. Selain itu, kita juga bisa merasakan perbedaan waktu dan perhitungan 24 jam. Nah, kalau sampai rotasi bumi melambat, otomatis perhitungan jam ini juga bakal ikut berubah, kan, Millens?

Meski terlihat seperti gerakan memutar biasa, sebenarnya rotasi bumi, bersama dengan revolusi alias gerakan mengelilingi matahari di orbitnya ini sangat penting lo.

Ini adalah cara untuk membuat planet-planet seperti bumi tetap di posisinya, bukannya tertarik gerakan gravitasi matahari. Sayangnya, karena beberapa sebab, bisa jadi gerakan rotasi ini melambat.

Hal ini diungkap dalam laporan Time and Date. Tahun ini, rotasi bumi ternyata melambat jika dibandingkan dengan 2020. Nggak benar-benar terasa sih, soalnya dampaknya hanya membuat hari pada 1 Juli serta 30 September 2021 lalu lebih lama 0,05 milidetik dari normal.

Penurunan kecepatan rotasi bumi masih belum terasa, namun para peneliti tetap menganggapnya serius. (Flickr/NASA Goddard Space Flight Center)
Penurunan kecepatan rotasi bumi masih belum terasa, namun para peneliti tetap menganggapnya serius. (Flickr/NASA Goddard Space Flight Center)

Memang, penurunan kecepatan rotasi bumi ini masih nggak benar-benar terasa. Namun, kalau hal ini terus terjadi, pada 10 tahun ke depan, para ilmuwan diperkirakan akan mulai memperkenalkan detik kabisat negatif, lo. Meski begitu, bisa jadi rotasi bumi kemudian kembali normal atau lebih cepat, sehingga kondisi ini memang harus dipantau terus-menerus di masa depan.

“Kami akan mencoba pemodelan waktu untuk dua tahun ke depan atau bahkan lebih. Hanya, untuk enam bulan atau satu ke depan, hal ini belum memungkinkan untuk dilakukan,” ungkap peneliti dari US Naval Observatory Nick Stamatakos.

Lantas, apa yang membuat rotasi bumi ini sampai melambat? Kalau yang ini sih masih jadi perdebatan para peneliti, Millens. Ada dugaan kalau hal ini disebabkan oleh gempa bumi yang sangat kuat sehingga massa bumi atau inti bumi mengalami perubahan. Ada juga yang yakin kalau mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan atau di Greenland membuat massa air banyak yang menjauh dari kutub planet dan akhirnya ikut memperlambat gerakan rotasi.

Meski ada kekhawatiran hal ini bisa memicu bencana alam, para peneliti belum berani mengeluarkan peringatan terkait hal ini. Namun, mereka tetap akan memantaunya dan mencari tahu apakah bakal memberikan efek buruk bagi mahluk hidup di bumi atau nggak.

Hm, jadi kepikiran ya Millens dampak dari rotasi bumi melambat ini. (Asumsi, Mon/IB09/E05)