Riwayat Gangguan Mental yang Dialami Sulli Eks f(x) Sebelum Putuskan Bunuh Diri

Sebelum ditemukan bunuh diri, Sulli eks personel f(x) dikenal sering mendapatkan perundungan di media sosial. Dia juga diketahui memiliki riwayat gangguan mental.

Riwayat Gangguan Mental yang Dialami Sulli Eks f(x) Sebelum Putuskan Bunuh Diri
Sulli eks f(x). (Instagram/jelly_jilli)

Inibaru.id – Sulli mantan anggota girlband K-pop f(x) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Senin (14/10/2019) di apartemannya di kawasan Seongnam, Gyeonggi-do, Korea Selatan. Sulli dinyatakan meninggal karena bunuh diri setelah polisi menyebut tidak ada tanda tindakan kriminal yang menyebabkan kematiannya.

Gadis berusia 25 tahun ini memang sering mendapatkan kritik dan perundungan dari warganet. Ini karena unggahannya di media sosial Instagram sering kontroversial. Selain itu, Sulli juga mengaku memiliki gangguan mental, tepatnya panic disorder serta social phobia seperti yang ditulis laman Detik, Senin (14/10).

Sulli mengaku mendapatkan tekanan mental menjadi K-pol idol. Sejak menjadi trainee di SM Entertainment, dia sudah mengalami depresi karena tekanan dari banyak pihak. Bahkan, Sulli mengaku kesulitan mengendalikan emosi dan merasa rendah diri.

Meski sukses besar sebagai personel f(x), Sulli menganggap menjadi idol bukanlah karier yang tepat baginya. Dia merasa mengalami banyak kesulitan akibat hal ini.

“Nggak ada yang mau mendengarkanku saat aku sedang merasakan kesulitan. Rasanya aku seperti sendirian di dunia ini,” ungkap Sulli di kanal Youtube Jinri pada Maret 2018.

Sebelum hengkang dari girlband yang melambungkan namanya, Sulli sempat vakum untuk sementara waktu dan dirawat demi mengatasi kelelahan fisik dan mental yang dialaminya.

“Masa-masa sulit itu membuatku menjadi seperti sekarang ini. Setiap kali aku merasa depresi, aku bersyukur karena ada orang-orang yang masih memegang tanganku,” ucapnya.

Warganet juga sempat membicarakan Instagram stories Sulli beberapa hari sebelum kematiannya. Saat itu Sulli terlihat menangis tanpa berbicara satu patah kata pun. Hal ini dianggap sebagai tanda depresi yang dialaminya sudah parah.

Perundungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Jadi, hindari perundungan kepada siapa pun agar kasus depresi hingga bunuh diri semacam ini nggak terulang kembali ya, Millens. (IB09/E06)