Reynhard Sinaga, Predator Seks dengan Korban Berjumlah Fantastis

Reynhard Sinaga, Predator Seks dengan Korban Berjumlah Fantastis
Reynhard Sinaga. (Instagram/Reynhard Sinaga)

Kabar nggak mengenakkan di awal tahun 2020 datang dari salah satu warga Indonesia yang tengah tinggal di Inggris bernama Reynhard Sinaga. Dia divonis hukuman seumur hidup karena kasus pemerkosaan yang dilakukannya.

Inibaru.id –Warga Negara Indonesia, Reynhard Sinaga yang menetap di Manchester, Inggris, mendapat hukuman penjara seumur hidup atas kasus pemerkosaan. Laki-laki asal Jambi tersebut terbukti bersalah karena terjerat 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual pada 48 korban dalam waktu dua setengah tahun. Tepatnya pada rentang 1 Januari 2015-2 Juni 2017.

Melansir CNN Indonesia, Selasa (1/7/20), Reynhard digambarkan Hakim Pengadilan Manchester Suzanne Goddard sebagai sosok predator seks terbesar dalam sejarah Inggris. Bukti pelecehan seksual Reynhard ditemukan pengadilan dalam bentuk rekaman video dalam ponsel.

Merunut jejak, laki-laki yang kerap disapa Rey itu datang ke Inggris pada 2007 menggunakan visa pelajar saat usianya 24 tahun. Dia kuliah untuk meraih gelar master serta doktor di Inggris. Dia tinggal di sebuah flat yang berada di Montana House.

Flat itu nggak jauh dari klab malam Factory yang dijadikan Rey sebagai tempat favorit mencari korban laki-laki. Rey yang kini berusia 36 tahun tersebut dalam sidang menjelang vonis mengaku dirinya gay. Dia juga nggak menyembunyikan orientasi seksualnya, karena sering berada di Gay Village dan Canal Street.

Rey juga pernah membuat tesis berjudul "Seksualitas dan Transnasionalisme Sehari-hari. Laki-laki Gay dan Biseksual Asia Selatan di Manchester".Prestasi dia dalam pendidikan pun cukup memukau di tiap jenjang pendidikan dari sarjana hingga doktoral.

Trauma Korban

Rey berkeras diri hubungan seksual yang dilakukan tersebut atas dasar suka sama suka. Dia mengklaim para korban menikmati fantasi seksual yang dilakukan di flatnya. Namun, para korban membantah hal tersebut. Mereka mengaku telah dibius dan dibuat mabuk alkohol sebelum dibawa ke tempat tinggalnya.

Jaksa Penuntut, Iain Simkin dalam sidang vonis mengatakan, korban pemerkosaan mengalami trauma yang mendalam, bahkan ada pula yang mencoba bunuh diri.

"Saya berada di titik di mana saya merasa hidup terasa sangat buruk. Kejadian ini mungkin mimpi terburuk yang menjadi kenyataan dalam hidup saya," kata seorang korban dalam pernyataan yang dibacakan di sela sidang.

Rey memfilmkan semua aksinya lewat dua telepon genggam dari jarak jauh dan jarak dekat. Dia mengatakan apa yang telah dilakukannya itu telah dibicarakan sebelumnya pada korban dan korban mengatakan setuju.

Meski begitu, Jaksa mengatakan semua laki-laki yang difilmkan nggak sadar dan nggak bereaksi ketika Rey melakukan aksinya. Rey dalam sidang hanya berkomentar, "Mereka berpura-pura tidur."

Pelik juga ya kasusnya, Millens. Semoga para korban mendapatkan keadilan yang semestinya ya! (MG26/E06)