Rencana Sekolah Dasar di Semarang Menyambut New Normal

Rencana Sekolah Dasar di Semarang Menyambut New Normal
SDN Tambakaji 03 siap menyambut kebijakan new normal. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Semua lapisan masyarakat harus bersiap dengan kebijakan new normal yang bakal diterapkan oleh pemerintah secara bertahap, termasuk instansi pendidikan. Lalu apa saja yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk menyambut new normal?  

Inibaru.id - Semenjak wacana new normal digulirkan, beberapa bidang mulai bersiap menyambutnya. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Meskipun belum jelas kapan siswa bakal kembali ke sekolah, beberapa instansi sekolah mulai bersiap dengan berbagai strategi.

Dua kepala sekolah dasar di Kota Semarang yang dikunjungi Inibaru.id mengaku belum punya gambaran tentang kenormalan baru  yang bakal diterapkan di sekolah.

“Dari dinas pendidikan belum ada juknis untuk itu, apakah nanti anak masuk semua kami belum bisa memastikan,” kata Stefanus Sutriyono kepala sekolah SDN Tambakaji 03.

Bidang pendidikan akan memberlakukan new normal. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Bidang pendidikan akan memberlakukan new normal. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Hal serupa juga dilontarkan oleh kepala sekolah SDN Ngaliyan 03 Mardiastuti Sri Purwanti. Karena belum mendapatkan edaran, dirinya mengaku belum punya gambaran tentang pelaksanaan new normal di sekolah.

“Belum ada edaran resmi untuk anak masuk sekolah kapan. Namun sudah ada edaran tahun ajaran baru akan dimulai 13 Juli 2020,” tuturnya.

Namun begitu, keduanya telah mempersiapkan berbagai skenario protokol kesehatan yang bakal dilakukan saat penerapan new normal di sekolah. Pihak sekolah menyediakan beberapa tempat untuk mencuci tangan.

“Kita bakal siapkan tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, tes suhu belum kita siapkan tapi sudah kita anggarkan,” ungkap Mardiastuti.

Namun begitu Mardiastuti belum kepikiran untuk mengatur tampat duduk siswa yang sesuai dengan protokol kesehatan. Dirinya mengaku di tempatnya bertugas tersebut nggak semua kelas mempunyai fasilitas satu meja untuk satu siswa.

Pihak sekolah akan menyediakan fasilitas cuci tangan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Pihak sekolah akan menyediakan fasilitas cuci tangan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“Jika sudah resmi masuk, nanti kita atur agar duduknya satu-satu dan ada jarak. Jadi intinya kita tetap menunggu resmi dari dinas,” tambahnya.

Nggak berbeda jauh dengan Mardastuti, Sutriyono yang setiap harinya memastikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar via daring juga mengaku telah melakukan beberapa hal terkait protokol kesehatan yang berlaku di sekolahnya.

Salah satunya adalah memanfaatkan bantuan tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan oleh mobil keliling beberapa waktu lalu. Namun begitu dirinya nggak lantas berpangku tangan, sebelum bantuan turun, lelaki ini mengaku telah mengalokasikan dana untuk pembelian disinfektan.

“Sebelum ada bantuan kita sudah mengusahakan dan menyemprot ruang-ruang sekolah, saya juga ikut nyemprot, kerja baktilah!” tuturnya yang kemudian diikuti dengan tawa renyah.

Guru berpiket sambil merapikan kelas. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Guru berpiket sambil merapikan kelas. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Meski kebijakan new normal di sekolah belum pasti kapan penerapannya. Mereka berdua kini masih fokus dengan pembelajran daring yang terus berlanjut hingga kini. Namun keduanya punya harapan sama.

H Hasan Rifai, guru SDN Ngaliyan 03 berharap agar anak-anak bisa kembali mendapatkan pelayanan pendidikan yang terbaik.

“Pandemi ini bukan menjadi hal yang membuat pendidikan turun sehingga anak bisa mendapatkan pelayanan pendidikan terbaik,” tambahnya.

Semoga pemerintah menyiapkan skenario terbaik untuk pemberlakukan new normal ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)