Rencana Indonesia Masuk Metaverse, Kok Masih Ada Fotokopi KTP?

Rencana Indonesia Masuk Metaverse, Kok Masih Ada Fotokopi KTP?
Indonesia berencana membuat Ibu Kota Baru Nusantara di dunia digital Metaverse. (Liputan6/IG/Jokowi)

Pengamat menyebut rencana Indonesia masuk Metaverse, tepatnya dalam membuat Ibu Kota Baru Nusantara di dunia digital tersebut kejauhan. Maklum, di sini internet saja belum merata dan masih banyak urusan administrasi membutuhkan fotokopi KTP. 

Inibaru.id – Hebohnya rencana Ibu Kota Baru bernama Nusantara dibarengi dengan rencana pemerintah yang pengin membuat Indonesia masuk Metaverse. Masalahnya, pengamat menganggap keinginan masuk dunia digital ini sebagai ironi. Maklum, untuk keperluan administrasi saja, kita masih membutuhkan fotokopi KTP. Hadeh...

Isu soal pemerintah pengin ikutan bikin Ibu Kota Negara (IKN) di dunia digital Metaverse ini diungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa. Kalau menurut Suharso sih, pemerintah sudah siap membuatnya. Dia juga menyebut pembangunan IKN di Metaverse ini sedang dalam proses persiapan dan nantinya bakal membutuhkan waktu empat bulan.

Pemerintah Dianggap Kejauhan Membahas Metaverse Saat Internet Belum Merata

Rencana ini pun langsung ditanggapi oleh pengamat ekonomi digital dari Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda. Meski rencana pemerintah masuk dunia Metaverse terlihat keren, dia justru menganggap Indonesia sebenarnya belum siap masuk ke industri digital ini.

“Infrastruktur, masyarakat, dan kebijakan yang belum menunjang kegiatan digital membuat perkembangan Metaverse ya gitu-gitu saja,” ungkap Huda, Senin (17/1/2022).

Huda juga menyebut level Indonesia masih di bagaimana memanfaatkan platform digital, masih jauh kalau membahas Metaverse. Apalagi mata uang kripto saja masih dilarang. Soal NFT saja, banyak orang yang latah ikut-ikutan hanya karena kesuksesan Ghozali Everyday dan kini jadi tempat berjualan baju dan foto selfie KTP. Padahal, bukan itu peruntukannya.

Ilustrasi: Dunia Metaverse. (Liputan6/Niantic)
Ilustrasi: Dunia Metaverse. (Liputan6/Niantic)

“E-KTP saja masih fotokopi untuk ngurus admin, ini pemerintah kejauhan ngomongin Metaverse,” ungkap Huda.

Alasan lain yang membuat Huda menganggap Indonesia belum siap menuju industri Metaverse adalah internet yang belum merata di Tanah Air. Di fasilitas-fasilitas umum di kota besar saja, masih banyak yang nggak menyediakan jaringan internet. Di samping itu, kebijakan terkait Metaverse, NFT, dan berbagai hal digital lainnya saja belum ada.

Nusantara, Ibu Kota Baru yang Berkonsep Workacation

Omong-omong sih ya, daripada kejauhan membahas Ibu Kota Negara (IKN) baru di dunia Metaverse, kita bahas soal rencana pembangunannya di dunia nyata saja, ya Millens. Kabarnya sih, ya, di Nusantara nanti, konsepnya jadi kota workcation, lo.

Apaan sih workcation ini? Itu sih gabungan dari dua kata Bahasa Inggris ‘work’ dan ‘vacation’. Kalau menurut Suharso, rencananya sih agar generasi-generasi lebih muda nantinya bisa bekerja sembari berlibur di Nusantara. Kalau kerja dengan suasana rileks, otomatis jadi lebih produktif, deh.

Nantinya, di banyak tempat yang dibangun di Nusantara, bakal ada banyak augmented virtual reality (AVR) gitu, Millens. Hal ini sesuai dengan saran McKinsey yang menyebut kota dengan penggunaan data dan teknologi digital bakal meningkatkan kualitas hidup warganya.

Oya, Presiden Jokowi juga pengin membuat Nusantara nanti berkonsep Smart City yang ramah lingkungan sekaligus dilengkapi dengan transportasi umum yang baik. Jadi, nantinya warganya nggak bergantung pada kendaraan pribadi gitu, Millens.

Hm, kayaknya mending Ibu Kota Baru Nusantara dibangun sesuai rencana dengan baik dulu ya, Millens daripada mikirin rencana Metaverse kalau memang sebenarnya belum siap. (Kom, Bis, Voa/IB09/E05)