Rekonsiliasi Anies-Ahok Bangun Jakarta Lebih Baik

Rekonsiliasi Anies-Ahok Bangun Jakarta Lebih Baik
anies-ahock akui kekalahan legowo(Fotot:https://seword.com)anies-ahock akui kekalahan legowo (Foto:https://seword.com)

inibaru.id-Setelah menerima hasil hitung cepat pilkada DKI 2017 putaran kedua, pasangan Ahok-Jarot akui kekalahan dengan legowo. Calon gubernur Basuki Thahaja Purnama (Ahok) menuturkan bahwa kekalahan yang dialami bukan merupakan hal baru baginya. Sehingga dirinya mengaku lebih tenang dalam menyikapi kekalahan ini dibanding pendukungnya.

Menanggapi hasil penghitungan cepat tersebut Ahok mengucapkan selamat kepada pasangan Anis dan Sandiaga.

“Saya ucapkan selamat kepada pak Anis, Pak sandi dan seluruh pendukungnya,” ujar Ahok dalam pidatonya di Hotal Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/4).

Sementara itu, berdasarkan hasil real count KPU per pukul 00.30 WIB kamis (20/4) seperti yang dilangsir dari media daring detik.com data yang  masuk mencapai 50,81% atau sejumlah 6.623 dari 13.034 TPS. Tercatat sebanyak 2.850.674 suara telah masuk dalam sistem KPU.

Pasangan Anies-Sandi sementara ini masih unggul dengan perolehan 56% dibanding pasangan petahanan Ahok-Jarot yang hanya mendapatkan 44% dari jumlah suara yang masuk. Meskipun demikian, semua pihak masih menunggu pengumuman resmi dari KPU.

Upaya Persatuan

Tidak dapat dimungkiri pilkada DKI 2017 putaran kedua setidaknya membawa gejolak panas yang tidak hanya dapat dirasakan oleh warga Jakarta. Namun pemandangan yang apik tampak dari kedua pasang calon yang saling bertemu pagi tadi.

Anies yang datang dengan mengenakan kemeja putih di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pukul 07.30 WIB tidak langsung bertemu dengan petahanan Ahok karena sedang bertugas. Meskipun setelahnya mereka saling bertemu dan berjabat tangan.

Belum jelas isi pertemuan tersebut, namun keduanya sepakat melakukan rekonsiliasi antar pendukung untuk menjaga persatuan. Hal ini dianggap perlu, mengingat selisihan paham yang muncul di media sosial dari berbagai pendukung selama ini sangat beragam.

"Kami sama-sama mengeluarkan rekonsiliasi antar pendukung dan menjaga persatuan, memperjuangkan persatuan," ujar Anies usai bertemu Ahok.

Hal ini pula yang dielu-elukan oleh pasangan Anies-Sandi dalam pidato kemenangan soal komitmennya dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Jakarta.

“Agenda pertama dan terutama adalah memastikan Jakarta tetap bersatu, Jakarta tetap milik semua,” tegasnya.

Saling dukung

Ahok dan Anies keduanya menginginkan suasana yang sejuk dengan membuat babak baru dan membangun DKI Jakarta yang lebih baik.

Ingin lupakan persoalan selama kampanye dan Pilkada, sebagai petahanan Ahok pun membuka akses bagi pasangan gubernur dan wakil gubernur Anies-Sandi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk pembenahan DKI Jakarta. Ahok menyatakan bahwa semangat semua orang adalah sama yakni untuk mewujudkan DKI Jakarta yang lebih baik.

“Tentu kami harapkan ke depan, kami ingin semua lupakan persoalan selama kampanye dan pilkada, karena Jakarta ini rumah kita bersama. Karena Jakarta ini kita bangun bersama,” ucapnya dalam pidato kekalahan tempo hari Rabu (19/4).

Sementara itu pihak Anies mengaku bersedia bekerja sama dan melanjutkan ikhtiar yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hal tersebut tidak lain untuk merawat kebersamaan sehingga menjadikan Jakarta lebih baik dan mejadi panutan daerah yang lain.

“Tugas kita adalah bekerja bersama. Tugas kita adalah meneruskan ikhtiar untuk merawat kebersamaan," tegasnya.

Apapun yang terjadi, persoalan menang atau kalah itu bukan hal yang patut diperdebatkan saat ini. Jika kedua pasang calon sudah saling legowo, setidaknya itu yang semestinya ditiru. Lima tahun Jakarta tidak hanya berada di tangan gubernur wakil gubernur terpilih melainkan, ditentukan oleh partisipasi dan dukungan oleh semua pihak. (na)