Rekam Jejak Ratu Tisha Selama Berkiprah di PSSI

Rekam Jejak Ratu Tisha Selama Berkiprah di PSSI
Ratu Tisha Destria. (Beritagar/Pisnu Aung Prasetyo)

Meski hanya menjabat kurang dari tiga tahun sebagai Sekjen PSSI, Ratu Tisha membuat berbagai terobosan untuk kemajuan sepak bola Tanah Air. Berikut adalah rekam jejaknya selama menjabat di PSSI.

Inibaru.id – “Hati saya, kalau dibelah, isinya hanya sepakbola. I have loved you for a thousand years, and I will loved you for a thousand more. Because we love football,” kata Ratu Tisha Destria.  Perempuan asal Bandung ini baru saja mundur dari jabatannya sebagai Sekjen PSSI pada Senin (13/4/2020). Dia meninggalkan rekam jejak yang apik selama menduduki posisi tersebut.

Tisha diangkat sebagai Sekjen pada 17 Juli 2017. Saat itu, dia menggantikan Ade Wellington yang mengundurkan diri. Salah satu prioritas program yang langsung dia terapkan saat kali pertama menjabat adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, khususnya dalam mengembangkan skill para wasit.

Pelatihan Wasit Premier Skills yang menjadi program bagi para wasit untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasnya diadakan setiap tahun. Para wasit ini juga didukung dengan program workshop yang dilakukan pada 2018.

Tisha kerap jadi jubir media untuk PSSI. (Kompas/Jessi Carina)<br>
Tisha kerap jadi jubir media untuk PSSI. (Kompas/Jessi Carina)

PSSI era Tisha juga dikenal memperhatikan pengembangan skill pelatih dengan menggelar kursus lisensi pelatih lisensi AFC Pro. Program berupa kursus yang terlaksana pada pada awal 2020 tahun ini diikuti oleh 22 orang. Pada waktu yang bersamaan, sebanyak 96 pelatih lainnya mengikuti modul Lisensi B PSSI.

Tisha juga melakukan terobosan dengan menggelar kompetisi Elite Pro Academy (EPA) bagi pesepak bola muda sejak 2018. Terdapat tiga tingkat kelompok usia yang ada dalam program ini, yakni U-16, U-18, dan U-20. Tiga kompetisi EPA ini telah menghasilkan sekumpulan pemain junior Timnas Indonesia. Kini, pelatih nggak kesulitan lagi mencari bibit-bibit unggul bagi masa depan Timnas.

Sepak bola perempuan juga mendapatkan perhatian. Setelah sebelumnya nggak ada kompetisi selama beberapa tahun, PSSI di era Sekjen Tisha mulai menggulirkan kembali kompetisi sepak bola perempuan.

Tisha, perempuan pertama yang menduduki Sekjen PSSI. (Kompas)<br>
Tisha, perempuan pertama yang menduduki Sekjen PSSI. (Kompas)

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 membuktikan lulusan FIFA Master ini memang bertaring di jagat federasi sepakbola tingkat dunia. AFF dan AFC pun melihat potensinya dengan memberikannya jabatan sebagai Wakil Presiden AFF pada 22 Juni 2019. Tisha juga tercatat menjadi anggota Komite Kompetensi AFC.

Semenjak jabatan Ketua Umum PSSI dipegang oleh Mochamad Iriawan pada akhir 2019, perempuan lulusan ITB tersebut seperti nggak lagi menunjukkan tajinya. Kegiatan sepak bola Indonesia yang terhenti semenjak pandemi corona mewabah juga membuat namanya seperti dilupakan publik .

Dunia sepak bola Indonesia patut berterima kasih pada Tisha. Meski telah mengundurkan diri, semoga saja terobosan-terobosan yang dicanangkannya bisa berguna bagi persepakbolaan Indonesia ya, Millens! (Det/MG26/E07)