Reaktivasi KA Purwokerto-Wonosobo, Menhub Pertimbangkan Kemiringan Medan dan Ketersediaan Lahan

Reaktivasi KA Purwokerto-Wonosobo, Menhub Pertimbangkan Kemiringan Medan dan Ketersediaan Lahan
Ilustrasi: Jalur kereta api untuk rute Purwokerto-Wonosobo tengah dikaji Kementerian Perhubungan.(Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Menteri perhubungan Budi Karya Sumardi mengatakan akan mempertimbangkan proyek pembanguan rute Purwokerto-Wonosobo, Jawa Tengah. Ketersediaan lahan dan dan tingkat penguasaan masyarakat akan menjadi pertimbangan oleh pihak kementeriannya.

Inibaru.id - Stasiun Wonosobo menjadi pemberhentian terakhir kereta api Purwokerto-Wonosobo sejak 1917. Namun, jalur ini berhenti beroperasi pada 1978. Kini, PT KAI mencoba mengaktifkan lagi rute yang masuk Daop V Purwokerto tersebut, berdasarkan Lampiran Perpres No 79 tahun 2019. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi mengaku akan mempertimbangkan pembangunan jalur kerta api rute Purwokerto-Wonosobo. Ini disampaikan Menhub dalam rapat bersama Komisi V DPR, Rabu (2/9/2020)

Dia mengatakan bahwa rencana pengaktifan kembali (reaktivasi) memang sudah diusulkan, tapi dari pihak kementerian belum sempat melakukan kajian berdasarkan proposal yang masuk.

"Untuk Jogja-Borobudur sudah kami pelajari dan sudah diokupasi orang semua (lahannya). Namun. untuk rute Purwokerto-Wonosobo memang belum kami studi,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi. (Lokadata/Antara/Muhammad Iqbal)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi. (Lokadata/Antara/Muhammad Iqbal)

Budi mengaku belajar dari pengalaman sebelumnya, yakni saat melakukan reaktivasi KA Garut-Cibatu, yang mendapat penolakan warga. Menurutnya, ketersediaan lahan menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan sebelum memulai proyek.

“Penguasaan masyarakat cukup tinggi. Jadi, mungkin kami harus memindahkannya ke tempat lain,” ucapnya.

Selain mempertimbangkan ketersediaan lahan, hal lain yang juga menjadi pertimbangan adalah medan yang akan ditempuh. Menurutnya, semakin berat medan yang ditempuh, semakin mahal biaya yang akan dikeluarkan.

“Di Wonosobo, permasalahnnya adalah jalan yang menanjak. Kami bisa tinjau kembali bila itu relatif datar, dan penguasaan masyarakat relatif sedikit. Kami akan lakukan (pembangunan),” tandas Budi.

Pembangunan jalur kereta memang nggak bisa cuma mempertimbangkan keuntungan bisnis ya, Millens. Dampak ekonomi dan sosial terhadap masyarakat juga harus menjadi pertimbangan. (Cnn/MG32/E03)