Ratu Elizabeth II Larang Penggunaan Plastik di Istana Buckingham
Ratu Elizabeth II larang adanya sampah plastik di Istana Buckingham. (Insider)

Ratu Elizabeth II Larang Penggunaan Plastik di Istana Buckingham

Mulai sekarang, Istana Buckingham melarang menggunakan sedotan dan botol plastik. Kebijakan yang dikeluarkan Ratu Elizabeth II ini tidak lain bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

Inibaru.id – Ratu Elizabeth II mengeluarkan aturan baru untuk tidak menggunakan sedotan dan botol plastik lagi. Peraturan itu berlaku baik bagi pekerja ataupun yang tinggal di Istana Buckingham, Kastil Windsor, dan Istana Holyroodhouse di Edinburgh, Inggris.

“Di seluruh organisasi, rumah tangga kerajaan berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan,” kata juru bicara Istana Buckingham kepada Telegraph via Medcom.id, Rabu, (20/3/2019).

Dia mengaku, Ratu Elizabeth II mengambil langkah praktis ini untuk mengurangi sampah plastik di dunia. Selain di lingkungan istana, sang Ratu juga melarang penggunaan sedotan plastik di kafe-kafe dan ruang makan para pegawai.

Sebagai gantinya, Istana Buckingham menyiapkan barang pecah belah seperti gelas kaca atau cangkir yang dapat didaur ulang.

“Di semua tingkatan, ada keinginan kuat untuk mengatasi masalah ini,” tambah juru bicara.

Sebagai informasi, tiap tahunnya, hampir 300 juta ton plastik diproduksi. Selama 60 tahun terakhir, hanya 9 persen plastik yang telah didaur ulang, sisanya (79 persen atau 5,5 miliar ton) berada di tempat pembuangan sampah yang mengotori lingkungan.

Upaya-upaya mengurangi penggunaan plastik kini sudah dilakukan banyak pihak. Selain Istana Buckingham, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti juga melarang pegawai di kementeriannya untuk menggunakan botol dan sedotan plastik baik saat acara ataupun rapat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga diketahui sudah mengganti botol plastik dengan teko kaca sebagai wadah air minum bagi pada anggota sidang.

Kamu juga sudah siap dengan gerakan ini kan, Millens? (IB24/E04)