Rangkaian IGF, Peserta Asing Mainkan Gamelan dan Menari Tradisional

Rangkaian IGF, Peserta Asing Mainkan Gamelan dan Menari Tradisional
International Gamelan Festival, Anjangsana Kebudayaan, Boyolali, Gamelan, SMA N 1 Boyolali, Dallank Art,

Dalam Anjangsana Kebudayaan di Boyolali, Jawa Tengah, peserta mancanegara berkesempatan memainkan gamelan bersama kelompok karawitan dan menari bersama anak-anak Duta Seni Boyolali. Wah, seperti apa, ya, keseruannya?

Inibaru.id – Pernah mencoba bermain gamelan, Millens? Wah, jangan sampai kalah dengan peserta International Gamelan Festival (IGF) yang datang dari mancanegara! Mereka sempat mencoba serunya memainkan gamelan bersama kelompok karawitan dan menari bersama murid-murid SMA di Boyolali, Jawa Tengah, lo.

Yap, agar kebudayaan daerah tersebut semakin terangkat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajak peserta Anjangsana Kebudayaan atau Site Performance sebagai rangkaian acara IGF “jalan-jalan” ke Boyolali. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/8) tersebut diawali dengan kunjungan ke sentra gamelan CV Dallank Art di Banyudono.

Puas melihat proses pembuatan gamelan, peserta Anjangsana Kebudayaan bergerak menuju SMA Negeri 1 Boyolali. Peserta disambut dengan seni karawitan oleh murid-murid SMA N 1 Boyolali yang diiringi oleh musik gamelan. Eits, peserta dari mancanegara juga sempat menjajal bermusik gamelan bersama murid-murid tersebut, lo. Serunya!

Tari Topeng Ireng oleh Duta Seni Boyolali. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Setelah alunan musik karawitan selesai menghibur peserta, giliran murid-murid Duta Seni Boyolali yang menampilkan tari Topeng Ireng. Dengan pakaian khas dilengkapi hiasan kepala berumbai dan lonceng di kaki, putra-putri yang berasal dari berbagai sekolah di Boyolali itu sukses menghipnotis penonton.

Agar suasana semakin hidup, setelah tarian selesai, murid-murid tersebut juga mengajak peserta Anjangsana Kebudayaan untuk menari bersama.

Ahmad Mahendra, Kepala Bagian Umum dan Kerja Sama Ditjen Kebudayaan menyebutkan, ini merupakan upaya untuk menunjukkan seni gamelan sudah mengakar di Indonesia, termasuk di sekolah-sekolah.

“Regenerasi itu terus berjalan. Ini juga untuk memotivasi anak-anak. Orang asing saja bisa berkolaborasi dengan bagus. Anak-anak harusnya semakin bangga dengan kebudayaan kita,” tuturnya.

Menari bersama peserta mancanegara. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Rangkaian IGF diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri. Peserta asing datang dari 19 grup atau kelompok dari 10 negara seperti Hungaria, Jepang, Amerika, dan Inggris yang terlibat dalam kesenian, khususnya gamelan. (Ayu S Irawati/E03)