Ramaikan Aksi Switch Off, Earth Hour Ajak Komunitas Anak Muda Semarang

Kampanyekan aksi “Swith Off”, Earth Hour Semarang mengajak berbagai komunitas anak muda di Semarang untuk berpartisipasi dalam mematikan lampu bersama selama satu jam.

Ramaikan Aksi Switch Off, Earth Hour Ajak Komunitas Anak Muda Semarang
Aksi simbolik mematikan listrik, “Switch Off”, oleh Earth Hour Semarang di Garden Area Noormans Hotel, pada Sabtu (24/3/2018). (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Inibaru.id - Komunitas Earth Hour Semarang bekerjasama dengan Noormans Hotel dalam aksi “Switch Offatau mematikan lampu selama satu jam penuh, pada Sabtu (24/3/2018) malam di Garden Area Noormans Hotel, Semarang. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Walikota Semarang, Plt Gubernur Jawa Tengah, PHRI (Perhimpunan Hotel Republik Indonesia), serta pihak Noormans Hotel selaku tuan rumah.

Memasuki tahun ke-5, Earth Hour Semarang berkolaborasi dengan berbagai komunitas anak muda di Semarang untuk menyemarakkan aksi atau mematikan lampu bersama. Komunitas-komunitas tersebut di antaranya Komunitas Harapan, Dinamic Learning, World Mert Semarang, Komunitas Sapa Ilmu..

Aksi Switch Off berlangsung selama satu jam penuh, dimulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Aksi ini bukanlah yang pertama diselenggarakan di Semarang. Earth Hour Semarang juga pernah menggelar gerakan serupa pada 2011, 2012, 2013, dan 2014.

Bertemakan "Semarang Peteng Ndedet" (Semarang Gelap Gulita), Earth Hour Semarang mencoba menggerakkan masyarakat sekitar, khususnya warga Semarang, agar lebih peduli terhadap penghematan tenaga listrik.

“Besar harapan kami untuk bisa berkampanye tentang penghematan energi. Nggak cuma satu jam, kita bisa mulai dari hal kecil seperti mematikan listrik atau alat elektronik lain yang nggak terpakai,” ujar Findy Riyan, koordinator Earth Hour Semarang.

Menurutnya, aksi mematikan lampu bersama mampu memberikan manfaat yang sangat besar bagi lingkungan. Meski hanya satu jam, dampak positif mematikan lampu, lanjutnya, mampu memperlambat laju perubahan iklim.

Nah, Millens, ada yang ikut gerakan mematikan lampu semalam? Yuk, mari lebih peduli pada bahaya perubahan iklim di dunia. Satu aksi kecil, seperti mengurangi penggunaan listrik, jauh lebih penting daripada nggak berbuat apa-apa, bukan? (HH/GIL)