Bhayangkara FC, (Calon) Juara yang Jadi Sasaran Cibiran

Banyak tuduhan terhadap Bhayangkara FC, tapi tak banyak yang mampu membuktikan tuduhan itu.

Bhayangkara FC, (Calon) Juara  yang Jadi Sasaran Cibiran
Ofisial dan pemain Bhayangkara FC melakukan selebrasi setelah mengalahkan Madura United dengan skor 1-3. (Antara/Saiful Bahri)

Inibaru.id – Sebagian besar publik Jerman begitu membenci RB Leipzig tahun lalu. Muncul kali pertama pada 2009 dari kasta kelima Liga Jerman, mereka berhasil menembus kasta tertinggi, Bundesliga, tujuh tahun kemudian. Tiap klub itu bertanding, mereka pun selalu dicibir.

RB Leipzig menjadi public enemy lantaran kehadiran Red Bull yang mengakuisisi klub divisi kelima dari Jerman timur, SSV Markranstadt. Mereka dianggap tak ubahnya seperti alat marketing bagi perusahaan minuman berenergi dari Austria tersebut.

Dalam kasus yang berbeda, Indonesia juga mempunyai satu tim yang saat ini menjadi “musuh bersama” di Liga 1 Indonesia. Yang menarik, klub ini tengah berada di ambang juara setelah mengunci kemenangan tandang 1-3 atas Madura United, Rabu (8/11/2017). Mereka adalah Bhayangkara FC.

Baca juga:
Mengarak Sang Juara: Persipura U-19
Siapa yang Layak Menjadi Pemain Terbaik Liga 1?

Tim berjuluk The Guardian itu dicibir salah satunya terkait sejarah klub yang dianggap karbitan. Dilansir dari Beritagar, Kamis (9/11/2017), cukup dua tahun waktu yang dibutuhkan Bhayangkara FC untuk menjadi (calon) juara di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air musim ini.

Ada yang menyoal, bila satu tim baru ingin mengikuti komptisi sepakbola, mereka harus memulainya dari kasta terbawah, tidak seperti Bhayangkara FC.

Sebagaimana kita tahu, klub yang bermarkas di Bekasi ini merupakan metamorfosis dari Persikubar Kutai Barat. Persikubar lalu berganti nama menjadi Persebaya Surabaya pada 2010 dan berlaga di Divisi Utama.

Pada 2013, mereka menjuarai kompetisi kasta kedua tersebut dan promosi ke Indonesia Super League (ISL). Namun, banyak pihak menyoal keberadaan Persebaya, terutama para bonek. Benih kebencian pun mulai muncul.

Pada musim kompetisi ISL 2015,  keberadaan Persebaya dan Arema Chronus, disoal. Mereka dianggap tak memenuhi syarat dari BOPI untuk mengikuti Piala Presiden 2015. Mereka pun berubah menjadi Persebaya Surabaya United, lalu menjadi Bonek FC pada Piala Jenderal Sudirman 2015.

Baca juga:
Menantikan Selebrasi Bhayangkara FC
Lewat Gala Siswa, Anak-Anak Indonesia Bisa Bermimpi untuk Bertanding di Piala Dunia

Nah, pada Piala Bhayangkara 2016, mereka bersatu dengan PS Polri. Kemudian, demi mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, klub tersebut menyandang nama Bhayangkara Surabaya United, dan tak lama kemudian berubah lagi menjadi Bhayangkara FC.

Pada 2017, Liga 1 Indonesia kembali bergulir. Bhayangkara FC turut serta dalam kompetisi tersebut. Keberadaan klub yang bermarkas di Stadion Patriot sudah sesuai aturan lantaran termasuk salah satu dari 18 peserta ISC 2016.

Suka atau tidak, Bhayangkara FC tetaplah calon juara Liga 1 yang berlaga dengan semestinya. Mereka berhasil membuktikan diri sebagai yang terkuat di Indonesia. Tuduhan tanpa pembuktian tak ubahnya seperti anak kecil yang mengatakan lawannya curang saat kalah beradu gundu. (GIL/SA)