Ramai Berburu Peninggalan Sriwijaya di Lahan Bekas Karhutla, Warga Diimbau Lapor Balai Arkeologi

Ramai Berburu Peninggalan Sriwijaya di Lahan Bekas Karhutla, Warga Diimbau Lapor Balai Arkeologi
Harta karun peninggalan Kerajaan Sriwijaya. (Hartamusi.files.wordpress)

Kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan menyingkap harta karun yang diyakini milik Kerajaan Sriwijaya. Penemuan ini membuat warga setempat berbondong-bondong melakukan pencarian demi mendapatkan harta tersebut.

Inibaru.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Dusun Serdang, Desa Mara Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, nggak hanya mengakibatkan kabut asap yang cukup tebal. Hal ini juga membuat berbagai benda yang diduga adalah harta karun Kerajaan Sriwijaya bermunculan.

Keberadaan benda seperti manik-manik atau emas ini membuat warga setempat langsung melakukan penggalian ilegal untuk mencari barang-barang berharga lainnya. Warga dengan mudah menemukan perhiasan layaknya cincin emas pada lahan galian yang kedalamannya bahkan kurang dari satu meter.

Retno Purwanti, arkeolog yang berasal dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan menyebut fenomena berburu harta karun ini sudah berlangsung dalam sebulan terakhir. Benda-benda bersejarah yang muncul ke permukaan ini sebelumnya terpendam di lahan gambut.

“Semua perhiasan ini ditemukan di lahan gambut. Besar kemungkinan ini adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Benda-benda ini perlu diteliti lebih lanjut, namun banyak warga yang justru menjualnya,” ucap Retno.

Retno pun menyarankan warga untuk melaporkan barang-barang bersejarah yang ditemukan di lahan tersebut kepada Balai Arkeologi. Mereka yang lapor bisa mendapatkan surat kepemilikan atas benda-benda tersebut dari Dinas Kebudayaan setempat secara gratis. Diharapkan, hal ini bisa membantu para arkeolog untuk menelusuri sejarah Kerajaan Sriwijaya dengan lebih baik.

Sebagai informasi, lahan gambut bisa memberikan informasi terkait dengan jejak sejarah Kerajaan Sriwijaya. Makin dalam lahan gambut tempat benda-benda tersebut, semakin lama pula nilai sejarah dari benda-benda tersebut.

Berdasarkan penelitian, disebutkan lahan gambut di lahan tersebut memiliki usia sekitar 3000 tahun atau sama dengan masa Kerajaan Sriwijaya sempat berjaya.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan melakukan penelitian pada usia lahan gambut di Kecamatan Air Sugihan dan Kecamatan Tulang Selapan di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Di kecamatan yang disebut terakhir, terdapat peralatan dapur yang terbuat dari gerabah dan keramik serta kayu tiang-tiang rumah yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.

Kecamatan Cengal, Selapan, dan Karang Agung diduga adalah kawasan permukiman pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Karena alasan inilah di lokasi-lokasi tersebut bisa ditemukan perhiasan layaknya logam mulia atau manik-manik. Berbagai perhiasaan ini sudah ditemukan sejak 2015.

Wah, alangkah baiknya bila warga melaporkan benda temuan itu ya, Millens. Pelaporan ini bisa membantu para arkeolog untuk meneliti lebih jauh tentang Kerajaan Sriwijaya. (IB09/E04)