Raja Baldwin IV dari Yerussalem, Si Lepra yang Dihormati Salahuddin

Raja Baldwin IV dari Yerussalem, Si Lepra yang Dihormati Salahuddin
Edward Norton yang memerankan Raja Baldwin IV dalam 'Kingdom of Heaven'. (Spotern)

Kamu mungkin berpikir jika musuh pantas dibenci setengah mati. Tapi nyatanya, hal ini nggak berlaku bagi Raja Baldwin IV dari Yerussalem dan Sultan Salahuddin al Ayyubi. Mereka boleh saja terlibat dalam Perang Salib, tapi raja yang menderita penyakit lepra ini sangat dihormati Salahuddin.

Inibaru.id – Raja Baldwin lahir pada 1161 M dan menjadi raja Yerussalem ke-6. Dia menduduki tahta ketika Perang Salib sudah berjalan selama satu abad. Mau nggak mau dia juga harus ikut terlibat dalam pertempuran tersebut ketika dinobatkan menjadi raja pada usia 13 tahun.

Nggak seperti raja kebanyakan yang otoriter, Baldwin IV dikenal sangat toleran kepada umat beragama non-Kristen di negaranya. Barangkali ini juga yang membuat Salahuddin nggak bisa benar-benar membencinya meski pernah dipukul mundur dalam pertempuran Montgisard. Kemudian perjanjian pun dilakukan antara Salahuddin dan Baldwin IV.

Baldwin IV mempersilakan umat muslim dan yahudi untuk berziarah ke Yerussalem dan dijamin keamanannya. Sebaliknya, Salahuddin juga nggak melakukan serangan. Keduanya benar-benar pemimpin yang bermartabat.

Namun, kedamaian ini ternyata hanya sementara. Iparnya, Guy de Lusignan, beserta panglima Reynald de Chatillon dan tentara Templar memprovokasi umat muslim. Mereka menyerang para muslim di sana dengan brutal.

Ribuan nyawa orang Islam dan yahudi melayang di Yerussalem. Kurang jelas mengapa tindakan ini luput dari Baldwin IV. Mungkin karena faktor kesehatannya yang kian memburuk. Salahuddin pun sudah mengingatkan bahwa perjanjian masih berlaku. Tapi Guy de Lusignan nggak mau tahu. Hal ini membuat Salahuddin bertekad kembali menyerang Yerussalem.

Sebagai seorang raja, mau nggak mau Baldwin IV harus membela negaranya. Dia memutuskan akan ikut berperang. Sayangnya, dia meninggal terlebih dulu karena penyakitnya.

Lepra Sejak Kecil

Ketika itu, Baldwin IV yang masih anak-anak sedang bermain dengan teman-temannya. Uskup Agung William dari Tirus, guru pribadi Baldwin IV heran karena seharusnya muridnya itu merasa sakit ketika teman-temannya sedikit keterlaluan. Dia kemudian yakin ada yang nggak beres pada Baldwin IV.

Benar saja, muridnya itu menderita lepra. Jadi, penderita akan kebal dan nggak merasakan sakit. Meski begitu, dia tetap diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya. Semua orang di kerajaan tahu bahwa dia nggak bakal lama menduduki tahta sehingga mereka berusaha mendekat.

Siapa sangka, raja ini berhasil hidup lebih lama dibanding perkiraan orang-orang. Pribadinya yang bijak juga membuatnya menjadi musuh tercinta Salahuddin.

Kamu mungkin menangkap satu kalimat menarik yang diucapkan Salahuddin ketika menangkap Guy de Lusignan dalam Kingdom of Heaven: “Apa kamu tidak cukup dekat dengan raja yang hebat untuk meneladaninya?”

Tentu saja, yang dimaksud raja hebat oleh Salahuddin adalah musuh tercintanya, Baldwin IV. Banyak yang menganggap kisah Baldwin ini sebagai simbol toleransi antar-umat beragama, lo, Kamu sepakat, Millens? (Bac,Wik,Radar,Ibt/IB21/E03)