Punya Anak Terlalu Banyak, Orang Tua Ini Didenda Rp 1,5 Miliar

Punya Anak Terlalu Banyak, Orang Tua Ini Didenda Rp 1,5 Miliar
Punya anak banyak ternyata bisa membuat orang tua didenda. (Flickr/ Gauthier DELECROIX - 郭天)

Nggak selalu banyak anak banyak rezeki. Di sini, orang tua yang punya anak terlalu banyak justru didenda, lo. Kok bisa?

Inibaru.id – Pepatah ‘banyak anak banyak rezeki’ ternyata nggak berlaku di semua tempat, Millens. Banyak orang tua yang kini sengaja membatasi jumlah anak atau bahkan menunda punya anak karena khawatir nggak bisa mengurusnya dengan baik. Nah, baru-baru ini, ada orang tua yang terlalu banyak punya anak sampai didenda miliaran Rupiah. Kok bisa?

Pasangan Liu dan istrinya dari Ziyang, Sichuan, Tiongkok didenda sebanyak 109.787 Dollar AS atau sekitar Rp 1,5 miliar. Ternyata, hal ini disebabkan oleh peraturan di Tiongkok yang membatasi jumlah anak maksimal dua saja. Denda ini baru diberlakukan usai anak ketujuh pasangan ini berusia 10 tahun.

Liu dan istrinya tinggal di daerah dengan kepercayaan bahwa keberadaan anak laki-laki akan memberikan berkah tersendiri bagi keluarga. Masalahnya, semenjak anak pertama mereka lahir pada 1990 lalu, lima anak berikutnya yang lahir juga perempuan. Barulah pada April 2009 lalu, anak laki-laki yang mereka tunggu-tunggu akhirnya terlahir.

Di Tiongkok, ada aturan anak maksimal hanya boleh dua. (Flickr/

Artem Beliaikin)
Di Tiongkok, ada aturan anak maksimal hanya boleh dua. (Flickr/ Artem Beliaikin)

Masalahnya, pemerintah Tiongkok ternyata melakukan investigasi pada pasangan ini pada November 2018. Mengingat sudah ada peraturan yang membatasi pasangan untuk memiliki dua anak saja, jelas apa yang mereka lakukan jelas ilegal. Akhirnya, pemerintah pun memutuskan untuk memberlakukan denda pemeliharaan sosial yang sangat banyak, sesuai dengan jumlah anak mereka.

Mengingat Lui dan istrinya berasal dari kalangan biasa-biasa saja, denda Rp 1,5 miliar jelas sangat memberatkan mereka. Mereka bahkan sampai meminta keringanan dari pemerintah agar bisa mencicilnya. Meski hal ini telah dipenuhi, tetap saja setiap tanggal jatuh tempo, Liu yang menjadi satu-satunya sumber pendapatan keluarga kesulitan membayarnya.

Sejumlah pakar mengkritik denda yang menimpa Liu dan istrinya mengingat mereka berasal dari kalangan ekonomi sulit. Ada juga yang mulai mengeluarkan wacana menghapus hukum yang membatasi jumlah anak di satu keluarga di Tiongkok mengingat angka kelahiran di negara tersebut kini menurun.

Kalau begini ceritanya, istilah banyak anak banyak rezeki jadi nggak berlaku deh. Omong-omong, apakah kamu juga ingin punya anak banyak, Millens? (Det/IB09/E05)