Puluhan Tunanetra Ikuti Pesantren Ramadan di Masjid Jami Jatisari Mijen

Puluhan Tunanetra Ikuti Pesantren Ramadan di Masjid Jami Jatisari Mijen
Suasana Pesantren Ramadan untuk penyandang tunanetra. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Meski dalam keterbatasan, penyandang tunanetra yang difasilitasi Komunitas Sahabat Mata ini semangat untuk tetap produktif di bulan Ramadan. Dengan bekal agama dan keterampilan, mereka diharapkan mampu bermanfaat di masyarakat.

Inibaru.id - Nggak hanya anak aja sekolah yang bisa ikut pesantren di bulan Ramadan, komunitas tunanetra ini juga punya acara serupa di bulan Ramadan lo, Millens. acara yang digelar di Masjid Jami’ Jatisari, Mijen ini diikuti oleh puluhan tunanetra yag berasal dari Jawa Tengah dan DIY.

Acara yang mayoritas diikuti oleh tuna netra berusia paruh baya ini digelar oleh Komunitas Sahabat (KSM). Digelar pada Sabtu hingga selasa (19-22/5) ini diisi dengan berbagai kegiatan. Basuki, ketua KSM menuturkan bahwa acara ini bertujuan memberikan bekal agama dan keterampilan lainnya agar lebih siap di masyarakat. Hal ini senada dengan tema acara kali ini yaitu Pribadi Tangguh, Komunitas Tangguh.

Setelah dilaksanakan pembukaan dan kontrak belajar, hari itu peserta diajak untuk menonton film dokumenter The Unseen Words bekerjasama dengan Sineroom Semarang. Selain acara tersebut, seberapa rangkaian acara lain juga dipersiapkan untuk mereka untuk tiga hari kedepan.

Salahsatu sesi nonton bareng untuk peserta. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Selain menonton film, peserta juga akan diajak untuk berdiskusi dengan beberapa materi. Selain itu sesi lomba dan hiburan juga sudah disiapkan. Nggak heran, target awal yang hanya mengundang 50 peserta, peserta yang datang mencapai jumlah 60 orang. “Melebihi ekspektasi,” tegas Basuki. Alfi, peserta asal Lumajang mengatakan bahwa dia senang mengikuti acara ini. “Senang karena bisa bertemu banyak orang,” katanya antusias.

Datangkan Kemanfaatan Untuk Masyarakat

Nggak cuma pesantren Ramadan, Komunitas ini sudah memberikan pendampingan kepada penyandang tunanetra di luar bulan Ramadan. “Kami ada radio komunitas, belajar braile, program mengurangi resiko kebutaan,” kata Basuki menjelaskan ragam kegiatan KSM. Dalam kegiatannya, mereka berorientasi pada kemanfaatan semua orang. Jadi bukan untuk penyandang tunanetra semata ya, Millens.

Salah satu wujud kontribusi nyata komunitas ini dalam masyarakat adalah pemeriksaan mata gratis untuk mencegah kebutaan. Selain itu, mereka juga membagikan kacamata gratis kepada lebih dari 2000 masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia. Salut!

Suasana diskusi Pesantren Ramadan.(Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Meskipun hidup dalam keterbatasan, ternyata komunitas ini memiliki harapan hidup yang tinggi serta mampu mendatangkan kemanfaatan di masyarakat. Buatmu yang dianugerahi kesehatan dan kesempurnaan jangan lupa bersyukur dan bisa terinspirasi dari penyandang tunanetra ini ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)