Puluhan Eks Karyawan Sri Ratu Tuntut Pesangon

Pasaraya Sri Ratu Semarang tutup, akibatnya sejumlah karyawan dirumahkan. Lantaran nggak diberi pesangon, mereka lantas melakukan demo di depan mal Pasaraya Sri Ratu.

Puluhan Eks Karyawan Sri Ratu Tuntut Pesangon
Eks karyawan Sri Ratu menuntut pesangon tanpa diangsur. (Inibaru.id/Artika Sari)

Inibaru.id - Sebanyak 76 eks karyawan Pasaraya Sri Ratu Semarang berdemo di depan gedung mal bercat merah itu pada Kamis, (29/3/2018). Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Semarang juga terlihat dalam demo tersebut. Tuntutan yang diajukan dalam demo itu yakni pelunasan pesangon bagi eks karyawan Sri Ratu yang dirumahkan secara sepihak.

Keputusan Manajemen Sri Ratu untuk memutus hubungan kerja para karyawannya berbuntut panjang. Ini lantaran pesangon para eks karyawannya itu nggak kunjung diberikan. Heru Budi Utoyo, salah seorang anggota KSPN mengungkapkan, sejak melakukan PHK, pihak Manajemen Sri Ratu hanya menjanjikan pesangon tanpa memberikan kepastian tanggal pemberian kepada para karyawannya.

“Mereka (Manajemen Sri Ratu) berjanji bakal bayar tapi ternyata pembayarannya dengan cara diangsur. Kami nggak setuju makanya kami mengajukan tuntutan," kata lelaki berusia 44 tahun tersebut.

Mereka mengajukan tiga tuntutan pada demo tersebut. Ketiga tuntutan itu di antaranya meminta Sri Ratu melunasi pesangon 75 karyawan; melunasi pesangon untuk Anita, eks karyawan yang sudah di-PHK selama satu tahun; dan tetap memberikan upah pada karyawan selama proses pengadilan.

Sebelum ini, Manajemen Sri Ratu dan karyawan telah melakukan mediasi terkait pesangon bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang. Dalam mediasi tersebut, Disnaker meminta pihak Manajemen Sri Ratu segera melunasi pesangon eks karyawan itu. Namun, mediasi itu gagal karena pihak manajemen menolak.

Merasa nggak puas, para eks karyawan membawa perkara ini ke Mahkamah Agung. Hasilnya sama, pihak manajemen diminta untuk memenuhi hak mereka.

“Jika mengikuti keputusan MA, seharusnya pesangon sudah keluar bulan Maret ini, tapi pihak manajemen tetap nggak mau melunasi pesangon kami dalam satu kali pembayaran.” tambah Heru.

Berawal dari situlah para eks karyawan berinisiatif untuk melakukan demo. Mereka mulai melakukan aksi ini pada Senin (26/3) dan rencananya bakal berlangsung hingga Senin (9/4) mendatang.

Semoga masalah ini cepat selesai ya, Millens. (AS/IF)