Pulau Perbatasan nan Terpencil Indonesia Ini Tak Lagi Gelap

Dengan adanya suplai listrik yang baik tentu akan membantu warga untuk dapat membangun dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, dengan listrik yg andal, anak-anak bisa belajar serta perekonomian mulai menggeliat

Pulau Perbatasan nan Terpencil Indonesia Ini Tak Lagi Gelap
Foto: Ilustrasi-Gardu listrik (Istimewa)

Inibaru.id - Tiada lagi kegelapan yang mencekam di pulau kecil yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini. PLN telah mengalirkan listrik gratis di sana. Sebanyak 130 rumah, sekolah, dan lampu penerangan jalan (LPJ) dialiri listrik dengan nilai investasi lebih dari Rp 450 juta. Warga setempat menyebutnya Pulau Liran.

Dilansir dari Liputan6.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mengatakan, sambungan listrik gratis di Pulau Liran adalah rangkaian program “BUMN Hadir untuk Negeri. Ini merupakan wujud keseriusan PLN sebagai bagian dari BUMN untuk memberikan penerangan hingga pelosok Nusantara.

“BUMN harus hadir di tengah masyarakat terutama di daerah perbatasan, terluar, dan terdepan,” kata Rini, di Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga: PLTB Sidrap, Era Baru Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di Indonesia

Dia menegaskan BUMN sebagai agen pembangunan harus bersinergi untuk membangun Indonesia.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengungkapkan, dalam mendukung  pembangunan Pulau Liran, PLN berupaya memperkuat sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

“Dengan adanya suplai listrik yang baik tentu akan membantu warga untuk dapat membangun dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, dengan listrik yg andal, anak-anak bisa belajar serta perekonomian mulai menggeliat," ungkap dia.

Sebelumnya, PLN juga telah membangun infrastruktur kelistrikan di Pulau Liran dengan total biaya lebih dari Rp 12 miliar.

Usaha ini dilakukan untuk memberikan tambahan infrastruktur kelistrikan di pulau tersebut agar warga bisa menikmati listrik dengan lebih andal dan nyaman.

Liran adalah satu dari empat pulau di Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Pulau Liran berlokasi cukup terpencil dengan jumlah penduduk sekitar 1.118 jiwa atau 236 keluarga.

Baca juga: Kurang Tenaga Geospasial, Pemerintah Gandeng PTN-PTN Ini

Saat ini pelanggan PLN di Pulau Liran  berjumlah 211 pelanggan, dengan potensi tambahan pelanggan sebanyak 25 pelanggan. Keseluruhan pelanggan tersebut merupakan menggunakan daya 450 VA yang disubsidi pemerintah

Seluruh pasokan listrik saat ini berasal dari suplai pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan daya terpasang 300 kW dan rata-rata Biaya Pokok Produksi (BPP) di pulau tersebut sebesar Rp11.182 perkWh.

Dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) yang tinggi, PLN tetap menjual listrik untuk warga Liran dengan harga subsidi, yakni Rp 415 per kWh.

Hal ini sesuai dengan amanah undang-undang (UU), di mana PLN sebagai penyedia listrik negara  wajib memberikan pelayanan listrik yang terjangkau untuk masyarakat.

"Untuk itulah subsidi silang dilakukan salah satunya berasal dari kebijakan subsidi listrik tepat sasaran," tutup Sofyan. (GIL/IB)