Ratu Tisha Diusir dari Stadion di Makassar, PSSI: Nggak Masalah

Ratu Tisha Diusir dari Stadion di Makassar, PSSI: Nggak Masalah
Ratu Tisha saat diusir suporter PSM Makassar. (Jpnn)

PSSI memilih untuk tidak melanjutkan kasus pengusiran Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria saat menonton final Piala Indonesia 2019. Pertandingan itu mempertemukan PSM Makassar dan Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta.

Inibaru.id – Laga kedua babak final Piala Indonesia 2018 yang digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar pada Selasa (6/8/2019) menyisakan polemik tersendiri. Sekjek Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria diusir suporter tuan rumah PSM Makassar.

Laman Detik, Selasa (6/8) menulis, Komite Eksekutif (Exco) PSSI menganggap masalah ini sudah selesai dan meminta semua pihak untuk melupakannya saja.

Sebagai informasi, Tisha mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dari suporter tim Juku Eja yang menolak kehadirannya. Tisha yang saat itu hadir sebagai perwakilan PSSI dalam pertandingan antara PSM Makassar dan Persija Jakarta disoraki dan diusir suporter tuan rumah. Sempat meninggalkan tribun VIP Utama, Tisha kemudian muncul lagi di tribun VVIP dan menikmati pertandingan hingga usai.

Anggota Komite Eksekutif PSSI Refrizal menanggapi insiden ini dengan santai.

“Sudah menjadi juara kan PSM, jadi baik untuk semuanya. Tadi kan pas diusir sebelum juara. Kalau sudah juara kan nggak ada lagi masalah,” ucap Refrizal.

Meskipun begitu, Refrizal juga menyayangkan insiden ini.

“Suporter semestinya memang harus lebih dewasa. Ini pertandingan sepakbola, bukannya permusuhan. Olahraga tujuannya mencari kompetisi yang terbaik. Cita-cita saya suporter kita semakin tertib dan bermartabat,” ucapnya.

Dia juga berharap insiden di antara suporter di Indonesia tidak akan terjadi lagi di masa depan.

“Kita nggak akan larang berteriak saat nonton bola. Kan bukan nonton di bioskop. Yang nggak boleh itu tawuran dan rusuh karena pasti akan PSSI sanksi,”lanjutnya.

Menyikapi kasus ini, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengimbau PSSI untuk merangkul suporter. Namun, Refrizal justru menganggap pembinaan suporter sebagai tanggung jawab klub.

“Suporter yang membina itu klubnya masing-masing. Kami hanya memberikan sarananya, tapi yang membina adalah klub,” kata Refrizal.

Kalau menurut Millens, tindakan pengusiran Ratu Tisha ini wajar atau nggak sih? (IB09/E04)