Profil Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya Baru yang Pernah Tersangkakan Habib Rizieq

Profil Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya Baru yang Pernah Tersangkakan Habib Rizieq
Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran menggantikan Nana Sudjana di posisi Kapolda Metro Jaya. (Min.co.id)

Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran akan menggantikan posisi Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya. Fadil Imran ternyata punya reputasi pernah menetapkan status tersangka kepada Habib Rizieq.

Inibaru.id - Usai Irjen Pol Nana Sudjana dicopot, posisi Kepala Kepolisian daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) diisi oleh Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran. Nana diduga dicopot karena  nggak menegakkan aturan protokol kesehatan Covid-19 terhadap acara pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab yang memicu kerumunan massa.

Fadil Imran sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur. Sebelumnya, dia juga sempat menduduki kursi Direktur Reserse Kriminal Khusus di Polda Metro Jaya. Saat menjabat di posisi itu pada 2017 lalu, dia juga pernah menangani kasus yang membelit Rizieq.

Saat itu, Fadil menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus dugaan chat pornografi dengan seorang perempuan bernama Firza Husein. Keduanya kemudian ditetapkan jadi tersangka karena diduga melanggar Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 Juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 Juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Pasal lain yang membelit keduanya adalah Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, pada pertengahan tahun 2018, kasus itu nggak lagi dilanjutkan alias di-SP3 oleh polisi.

Nana Sudjana dicopot setelah adanya keributan kedatangan Habib Rizieq. (Medcom)<br>
Nana Sudjana dicopot setelah adanya keributan kedatangan Habib Rizieq. (Medcom)

Pada Senin (16/11/2020), Mabes Polri mencopot dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), yaitu Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. 

"Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah menegakkan protokol kesehatan, sehingga diberikan sanksi berupa pencopotan. Yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapoda Jawa Barat," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/11).

Pencopotan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/3222/XI/KEP/ 2020 tertanggal 16 November 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Dalam telegram itu, Nana akan menduduki jabatan baru yaitu Koorsahli Kapolri. Jabatan Nana selaku Kapolda Metro Jaya akan diemban oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran. Sementara itu, Rudy dimutasi posisinya menjadi Widyaiswara Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Posisi Kapolda Jabar akan diisi oleh Irjen Ahmad Dofiri.

Argo nggak banyak menjelaskan secara detail alasan pencopotan kedua jenderal polisi berbintang dua tersebut. Satu hal yang pasti, hal ini terkait dengan berkerumunnya massa di Jakarta dan Jawa Barat dalam acara yang diadakan oleh pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Semoga saja Kapolda yang baru bisa mengemban tugas dengan lebih baik ya, Millens. (Viv/IB28/E07)