Dari Guru SD hingga Ketua MK, Begini Profil Anwar Usman

Anwar Usman resmi dilantik sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi pada Senin (2/4/2018). Anwar unggul satu suara dari Hakim Konstitusi Suhartoyo. Begini profil Anwar Usman.

Dari Guru SD hingga Ketua MK, Begini Profil Anwar Usman
Anwar Usman dilantik menjadi Ketua MK (Merdeka.com)

Inibaru.id – Anwar Usman resmi dilantik menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2018 – 2020. Pelantikan itu dilaksanakan pada Senin (2/4/2018) di gedung  MK. Anwar menggantikan posisi Arief Hidayat yang telah habis masa jabatannya pada 2018 ini.

Terpilihnya laki-laki asal  NTB ini menjadi buah bibir publik karena tipisnya hasil pemungutan suara oleh sembilan hakim konstitusi. Anwar diketahui unggul satu suara dari lawannya, Suhartoyo yakni dengan mengantongi lima suara.

Kendati beda tipis, Anwar Usman tetap menjadi ketua MK terpilih. Dengan jabatan itu, beban Anwar otomatis bertambah. Dia harus menjalankan sejumlah tugas yang tentunya nggak mudah. Mengutip Kompas.com, Selasa (3/4), Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) Ferdian Andi mengatakan ketua baru MK harus memastikan nggak bakal ada lagi praktik pelanggaran etik dan hukum di internal MK baik yang dilakukan para hakim MK maupun pegawai MK.

Sebelum menjadi Ketua MK, Anwar diketahui memiliki rekam jejak yang panjang. Dia pernah menjabat sebagai Asisten Hakim Agung pada 1997 – 2003. Selanjutnya pada 2003 dia diangkat menjadi Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung hingga 2006. Di tengah perjalanan sebagai kepala biro, Anwar diberi amanah tambahan untuk menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta pada 2005. Usai memangku jabatan sebagai Kepala Biro Kepegawaian MA, Anwar lantas dibebani dengan tugas sebagai Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung periode 2006 – 2011.

Dari Mahkamah Agung, Anwar lantas diusulkan menjadi hakim konstitusi di MK. Dia resmi menjadi hakim konstitusi MK setelah bersumpah di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, pada 2011 lalu. Empat tahun berlalu, Anwar kembali dipercaya memegang jabatan penting yakni sebagai Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi selama  2015 – 2018.

Karier Anwar sebagai hakim yang gemilang membuat masyarakat nggak menyangka kalau sebelum menjadi hakim, Anwar pernah menjadi guru di SD Kalibaru, Depok. Profesi itu dijalaninya setelah menamatkan Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) selama 6 tahun. Laki-laki kelahiran 31 Desember 1956 ini kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Jakarta mengambil jruusan hukum. Dari sinilah karier hakimnya dimulai.

Wah, dari guru SD bermetamorfosis menjadi hakim ya, Millens. Selamat Pak Anwar, semoga dapat mengemban amanah sebagai Ketua MK dengan baik dan bijaksana. (UMU/IF)