Sejumlah 444 SKD Dicoret dan 2 Siswa Didiskualifikasi dari PPDB Online Jateng 2019

Sejumlah 444 SKD Dicoret dan 2 Siswa Didiskualifikasi dari PPDB Online Jateng 2019
Penerimaan siswa baru. (Antara Foto)

Sebanyak 446 calon siswa dicoret dan dua di antaranya harus menelan pil pahit karena didiskualifikasi. Hal ini dikarenakan saat proses pendaftaran PPDB Online, SKD mereka nggak sesuai fakta.

Inibaru.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menindak tegas penggunaan Surat Keterangan Domisili (SKD) palsu. Sebanyak 444 SKD dicoret saat proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jateng. Dua siswa di antaranya bahkan harus didiskualifikasi dari pendaftaran.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah telah mencoret 444 Surat Keterangan Domisili karena nggak sesuai fakta tempat tinggal sepanjang proses pendaftaran PPDB Online yang dibuka sejak 1 Juli lalu. Mereka diarahkan agar kembali ke jalur yang benar karena waktu pendaftaran masih dibuka.

“Tapi ada dua yang mesti kami diskualifikasi karena telah menggunakan SKD palsu. Jadi, total pengguna SKD PPDB ini sebanyak 446,” ujar Ganjar saat peninjauan akhir PPDB Online di Puri Gedeh Selasa (9/7/2019) malam.

Dua siswa yang didiskualifikasi tersebut diketahui memalsukan identitas tempat tinggal. Ganjar menjelaskan, terbongkarnya SKD palsu itu dari pengakuan salah satu warga yang dipaksa membuat kesaksian palsu oknum orang tua.

“Sebelum menyertakan SKD saat pendaftaran, orang tua ini telah mengondisikan warga setempat agar memberi kesaksian si A benar-benar tinggal di daerah yang dimaksud dalam SKD,” lanjutnya.

Namun, pada Selasa (9/7/2019) siang salah seorang warga memberi keterangan pada panitia PPDB sekolah keterangan yang dia berikan terkait SKD si A adalah palsu.

Kendati demikian, kedua siswa yang didiskualifikasi tersebut bakal tetap tercantum dalam daftar yang diterima. Karena pada mulanya mereka memang diterima, namun di menit terakhir akhirnya kebohongan itu terbongkar. Kini, pihak sekolah sudah memanggil yang bersangkutan dan mengakui perbuatannya.

“Meski namanya bakal ada, tapi kami sudah mem-blacklist namanya. Orang tuanya pun telah kami panggil dan telah membuat surat pernyataan,” tambahnya.

Hasil akhir PPDB Online SMAN di Jawa Tengah diumumkan pada Selasa (9/7/2019) pukul 00.00 WIB. Tahun ini, total pendaftar mencapai 123.645 orang tapi daya tampungnya hanya 115.908. Saat ini, bangku yang terisi sebanyak 111.215 sehingga menyisakan kursi kosong sebanyak 4.693. Kursi kosong tersebut diketahui berada di daerah pinggiran kabupaten.

Gimana hasil pengumuman PPDB-mu, Millens? (IB24/E04)