Potret Kota Mati di Indonesia: Dulu Ramai, Kini Terbengkalai

Potret Kota Mati di Indonesia: Dulu Ramai, Kini Terbengkalai
Marina City, kota mati di Batam. (Nusadaily/GoBatam)

Nggak harus jauh-jauh ke Pripyat (Ukraina) atau Pulau Hashima (Jepang) untuk melihat kota yang ditinggalkan penghuninya. 'Kota mati' juga ada di Indonesia, yakni sebuah kota pesisir di Batam bernama Marina City. Apa yang tersisa?

Inibaru.id – Ledakan reaktor nuklir Chernobyl kepunyaan Uni Soviet yang menggemparkan dunia pada 26 April 1986 membuat penduduk Kota Pripyat, Ukraina, terpaksa mengungsi. Wilayah itu pun menjadi kota mati, istilah untuk kota yang nggak lagi berpenghuni.

Menyoal kota tanpa penghuni, Indonesia juga memiliki satu kota yang ditinggalkan para penghuninya. Marina City namanya, yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau.

Dulu, kota pelabuhan itu merupakan salah satu lokasi perjudian paling terkenal di Asia Tenggara. Marina City adalah kota gemerlap yang dikunjungi masyarakat kelas atas dari Jakarta hingga Singapura. Rumah-rumah judi bergaya Eropa berdiri di sana.

Seorang warga yang tinggal nggak jauh dari kota tersebut mengatakan, orang-orang kaya memenuhi tempat tersebut. Tukang ojek pun bisa membeli mobil lantaran menang dalam mencari peruntungan di Las Vegas-nya Indonesia tersebut.

Namun, peristiwa itu telah lama berlalu. Kini, Marina City nggak lagi dipenuhi lampu. Sejak Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan larangan berjudi, ia pun terbengkalai, ibarat kota hantu dengan suasana malam yang mencekam.

Kondisi terkini di Marina City. (Boombastis/Yukepo)
Kondisi terkini di Marina City. (Boombastis/Yukepo)

Sejumlah bangunan di kota itu memang masih digunakan. Beberapa bangunan menjadi penginapan bagi sejumlah orang asing, semacam apartemen berharga murah dengan dinding yang kusam. Lampunya juga nggak lagi gilar-gilar seperti dulu.

Sejumlah bar dan salon kecantikan masih ada yang buka, tapi tetap saja terlihat mengenaskan. Suasananya nggak lebih baik dari karaoke-karaoke di jalanan antar-provinsi di daerah.

Pantai yang ada persis di sebelah Pelabuhan Marina juga nggak lagi ramai. Memang, pada sore hari sebelum matahari terbenam, kadang terlihat pasangan muda-mudi ingin menikmati suasana sunset, tapi begitu malam tiba, suasananya langsung berubah jadi mencekam.

“Kalau malam tahun baru masih ramai, kalau hari biasa ya seperti ini. Sekarang judinya pindah semua ke Singapura,” pungkas Ardianto, salah seorang warga yang tinggal nggak jauh dari Marina City, sekitar 2015 lalu.

Wah, jadi penasaran ya seperti apa Marina City saat ini. Kalau malam, kira-kira kamu berani datang ke situ untuk wisata horor nggak nih? Ha-ha. (Cnn/IB09/E03)