Positif Corona, Satpam di RSUP Kariadi Semarang Justru Mudik dan Main Voli

Positif Corona, Satpam di RSUP Kariadi Semarang Justru Mudik dan Main Voli
Mudik terbukti bisa menularkan virus corona ke orang lain. (AFP/Juni Kriswanto)

Warga Grobogan yang positif Covid-19 nekat pulang kampung untuk mengikuti tahlilan ibunya yang meninggal. Pasien yang sehari-harinya bekerja sebagai satpam di RSUP Dr Kariadi tersebut juga sempat bermain voli bersama kawan-kawannya.

Inibaru.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Slamet Widodo memastikan bahwa ada warga Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan yang positif virus corona. Sayangnya, pasien yang bekerja sebagai satpam tersebut nggak tertib melakukan isolasi mandiri.

Satpam tersebut mudik ke kampung halaman serta  mengikuti kegiatan yang mengundang banyak massa seperti tahlilan. Dia bahkan sempat membagikan makanan ke tetangganya. Akibatnya, sejumlah warga yang menjalin kontak dengan satpam tersebut diminta melakukan rapid test (tes kilat) virus corona.

Tracing masih diupayakan. Selain keluarga, ada banyak orang yang sempat kontak dengan orang itu. Nanti, mereka akan kita rapid test,” kata Slamet pada Selasa (14/4/2020).

Pemeriksaan virus corona. (Radarbali.jawapos)
Pemeriksaan virus corona. (Radarbali.jawapos)

Sebelumnya, satpam di RSUP dr Kariadi Semarang itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami gejala terinfeksi virus corona. Usai menjalani perawatan selama beberapa hari, dia diperbolehkan keluar dari rumah sakit, tapi wajib melakukan karantina mandiri di rumah dinas Direktur RSUP dr Kariadi.

Sayangnya karantina mandiri nggak dilaksanakan sampai tuntas. Pasien justru memilih untuk mudik ke kampung halaman sebelum masa isolasi berakhir. Hal ini dia lakukan karena ingin mengikuti hajatan 40 hari meninggalnya sang ibu.

“Jadi, harusnya masih menjalani isolasi mandiri. Namun, malah balik kampung dengan alasan ada hajatan 40 hari ibunya meninggal,” lanjut Slamet.

Peralatan rapid test. (Shutterstock)<br>
Peralatan rapid test. (Shutterstock)

Dalam acara hajatan tersebut, pasien juga sempat membagi-bagikan nasi bancakan pada warga sekitar. Nggak hanya itu, pada 12-13 April 2020, pasien juga sempat bermain voli dengan kawan-kawannya di kampung.

Tahu telah kecolongan, petugas RSUP Dr Kariadi segera menjemput dan mendatangi pasien untuk kembali diisolasi. Pasien juga diambil sampel swab tenggorokannya. Hasil tes yang keluar pada Selasa (14/4) menyatakan yang bersangkutan positif Covid-19.

“Benar, hasil swab-nya baru keluar dan hari ini dijemput untuk menjalani perawatan. Jadi kini total ada dua warga Grobogan yang positif covid-19,” pungkas Slamet.

Jika kamu melihat orang di sekitar tempat tinggalmu yang baru saja pulang dari luar kota namun nggak melakukan isolasi mandiri, jangan ragu melaporkannya ke fasilitas medis terdekat, ya Millens! (Kom/MG26/E07)