Positif Corona, Keluarga di Lumajang Nekat Mudik dan Tulari Puluhan Orang

Positif Corona, Keluarga di Lumajang Nekat Mudik dan Tulari Puluhan Orang
Pasien corona tengah menjalani perawatan oleh tenaga medis. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Tahu sudah berstatus PDP, satu keluarga dari Lumajang, Jawa Timur justru nekat melakukan mudik ke kerabatnya yang berada di Malang. Hasilnya, 29 warga yang menjalin kontak dengan keluarga ini pun kini diisolasi secara ketat. Bagaimana kronologinya ya?

Inibaru.id – Kasus kecolongan pasien Covid-19 yang nggak mau dikarantina kembali terjadi. Nggak hanya satu orang, satu keluarga yang positif virus corona nekat mudik dan melakukan halal bihalal! Keluarga berjumlah tiga orang itu berasal dari Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang mudik ke beberapa tempat di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Kapolsek Dampit AKP Novian Widyantoro mengatakan, satu keluarga ini nekat mudik ke sanak saudaranya yang tinggal di Desa Majangtengah dan Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, pada Minggu (24/5/2020) lalu.

Padahal, sekeluarga yang terdiri dari suami berinisial B (30), istri DR (24), dan anak berinisial NA (3) dinyatakan positif pada Senin (25/5) setelah sebelumnya melakukan tes swab. Mereka juga sudah mendapatkan status pasien dalam pengawasan (PDP) sebelumnya.

Mengetahui hasil swab tersebut, akhirnya keluarga ini memutuskan untuk kembali pulang ke rumah di Desa Nguder, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Sesampai di daerah asal, sekeluarga ini melakukan isolasi di rumah sakit di Lumajang.

"Mereka satu keluarga asal Lumajang ini sempat ke Dampit pada lebaran pertama hari Minggu ini. Seninnya dapat telepon dari puskesmas di Lumajang hasil swabnya positif. Mereka pun langsung kembali ke Lumajang," kata Novian pada Rabu (27/5).

Ilustrasi mengamankan pasien positif Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi mengamankan pasien positif Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Mengetahui keteledoran itu, petugas kesehatan langsung melakukan pelacakan (tracing) terhadap orang-orang yang berhubungan langsung dengan tiga pasien tersebut. Terlebih pada pihak-pihak yang sempat menjalin kontak erat.

"Saat ini masih dilakukan tracking lebih lanjut. Yang sudah terdata nanti akan dilakukan rapid test oleh Puskesmas Dampit," lanjutnya.

Hasil pelacakan menunjukkan ada 29 orang yang menjalin kontak dengan keluarga B. Hanya, menurut Novian, jumlah itu masih bisa terus bertambah. Pasalnya, sekeluarga itu nggak hanya berkunjung di satu desa, tapi ke beberapa desa, termasuk Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Lebih lanjut, Novian menjelaskan bahwa 29 warga yang pernah melakukan kontak dengan tiga pasien kini tengah menjalani isolasi di rumah masing-masing. Pihak desa mengawasi isolasi tersebut dengan ketat.

Meski ingin pulang ke rumah atau berkunjung ke keluarga, sebaiknya untuk saat ini ditunda dulu ya, Millens. Jangan sampai kejadian di Lumajang ini terjadi lagi, ya! (Oke/MG26/E07)