Polisi Nggak Boleh Swafoto dengan Calon Kepala Daerah

Demi menjaga netralitas, Kapolri telah memerintahkan anggotanya untuk tidak berfoto dengan calon kepala dan wakil kepala daerah menjelang Pilkada Serentak 2018 ini.

Polisi Nggak Boleh Swafoto dengan Calon Kepala Daerah   
Kapolri Jenderal Tito (Okezone.com)

Inibaru.id – Banyak yang bilang, 2018 bakal menjadi tahun yang cukup "hangat" sebelum memanas pada 2019. Yap, tahun politik! Ada Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. Apapun bisa jadi isu busuk, hoaks, kampanye negatif, bahkan kampanye hitam.

Baca juga:
Diberhentikan Gara-gara ke Luar Negeri Tanpa Izin
Grup Whatsapp Bisa Disusupi Orang Nggak Dikenal?

Nah, nggak mau berada di tengah kegaduhan politik, Kepolisian RI (Polri) telah sedari dini menegaskan bahwa elemen ini netral. Demi menjaga netralitas, Polri bahkan telah resmi melarang seluruh anggota berswafoto bareng calon kepala atau wakil kepala daerah peserta pilkada jelang Pilkada 2018 ini. Perintah itu dipertegas dengan pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kamis (11/1/2018).

Menurut Tito, Polri adalah penegak hukum. Jika kepolisian mengabaikan netralitas, ini bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politik.

"Pilkada itu seperti mesin kendaraan yang bisa memanaskan situasi politik nasional,” ujarnya.

Sebagai upaya lebih lanjut untuk mengedepankan netralitas, setiap anggota Polri yang diduga berpihak kepada calon kepala daerah tertentu akan diinvestigasi di bawah kendali Irwasum dan Propam Mabes Polri.

Baca juga:
Lampu SUGBK Lebih Terang Dari Wembley
Mantan Klub Lewandowski Minati Egy Maulana

Masyarakat pun turut diimbau untuk mengawasi dan melaporkan apabila ada personel Polri yang tidak netral. Jadi, Millens, kalau ada polisi yang "nakal" atau selfie-selfie begitu sama Paslon Pilkada, laporkan saja! Hidup Polri! (AYU/GIL)