Polda Jateng Bekuk Dua Oknum Penimbun Masker di Semarang

Polda Jateng Bekuk Dua Oknum Penimbun Masker di Semarang
Merebaknya virus corona membuat penjualan masker meningkat, bahkan hingga ditimbun. (Jawa Pos/Salman Toyibi)

Mahalnya harga masker dimanfaatkan dua oknum di Semarang untuk menimbun masker di tengah merebaknya ketakutan masyarakat terhadap penularan virus corona. Nggak hanya di Semarang, kasus ini terjadi pula di kota lain. Polisi pun langsung menindak tegas para pelaku untuk diberikan sanksi.

Inibaru.id – Mewabahnya virus corona (covid-19) membuat masker jadi hal yang paling diburu oleh masyarakat. Harga masker pun kian melonjak dan stoknya kian susah dicari. Hal ini membuat pihak-pihak tertentu memanfaatkan kesempatan untuk menimbun masker.

Seperti yang terjadi di Semarang, Tim Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Jawa Tengah meringkus dua orang pelaku penimbunan masker serta alat kesehatan. Pelaku berinisial AF (45) dan M alias K (24) ini merupakan warga Kota Semarang.

Masker yang diamankan Polda Jateng dari pelaku penimbunan di Semarang. (ANTARA/HO-Bid. Humas Polda Jateng)
Masker yang diamankan Polda Jateng dari pelaku penimbunan di Semarang. (ANTARA/HO-Bid. Humas Polda Jateng)

Pembekukan yang dilakukan polisi pada Rabu pagi (4/3), bermula dari patroli siber. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Budhi Haryanto menjelaskan, ketika tengah melakukan patroli secara daring, terdapat akun-akun yang menawarkan masker dan cairan antiseptik yang bisa dibeli dalam jumlah besar, padahal barang tersebut langka.

“Masker susah dicari, dan kalaupun ada jenis yang mahal. Tapi ini di media sosial ada yang menawarkan, dan bisa dibeli dalam jumlah berapa saja. Kecurigaan kita dari situ dan kemudian kita lakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” kata Budhi.

Polisi pun menggrebek kediaman pekaku dan menyita sejumlah barang buti, 8 box masker dengan merk beragam, 208 botol hand sanitizer dalam 13 kardus, dan ponsel. Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Tengah.

Presiden Joko Widodo. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Presiden Joko Widodo. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Pada Selasa (3/3), Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan Kapolri untuk memberikan tindakan tegas pada pihak-pihak nggak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum dengan menimbun masker.

“Terutama masker dan menjual kembali dengan harga sangat tinggi. Ini hati-hati, perlu saya peringatkan,” ucap Jokowi di Istana Merdeka. “

Perintah ini pun segera ditindak lanjuti oleh korps Bhayangkara. Di Tangerang, polisi menggebrek gudang berisi 360.000 merk Remedi serta 214.000 masker merk Volca dan Well-best.

Masker kini tengah dibutuhkan oleh tenaga medis yang menangani pasien. Bagimu yang sehat, memakai masker bukan suatu langkah yang tepat untuk mencegah penularan corona, Millens(CNN/MG26/E06)