Pilkada Kota Solo, Gibran akan Lawan Kotak Kosong?

Pilkada Kota Solo, Gibran akan Lawan Kotak Kosong?
Gibran Rakabuming berpotensi jadi calon tunggal Wali Kota Solo. (Suarabaru)

Partai-partai lain merapat dengan PDI-P untuk mengusung Gibran Rakabuming-Teguh Prakoso sebagai calon Wali Kota Solo. Seperti apa pendapat PKS yang belum memberikan dukungannya?

Inibaru.id – Bakal pasangan calon (paslon) Pemilihan Wali Kota Solo dari PDI-P Gibran Rakabuming–Teguh Prakoso diprediksi akan melawan kotak kosong. Alih-alih berseteru, partai-partai lain, kecuali PKS, dikabarkan memilih merapat ke kubu putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut.

Dominasi PDI-P memang kuat di Kota Solo. Sejak Pemilu 1999, partai berlambang banteng itu selalu menang di Kota Bengawan. Bahkan, perolehannya suaranya selalu meningkat.

Sebagai contoh, pada Pemilu 2019 lalu, PDIP menguasai 30 dari 45 kursi DPRD di Kota Solo. Sisa kursi jadi rebutan PKS, PSI, Gerindra, PAN, dan Golkar. Hal inilah yang membuat PDI-P berada di atas angin pada pemilihan kepala daerah yang bakal dilangsungkan 9 Desember 2020 tersebut.

Untuk mengusung pasangan calon, partai harus memiliki setidaknya sembilan kursi di DPRD. Nah, belakangan, partai-partai selain PKS memilih untuk merapat ke PDI-P.

PKS Belum Tahu

Mardani Ali Sera (kiri) memberikan pendapat terkait pencalonan Gibran (Media Indonesia/Rommy Pujianto)<br>
Mardani Ali Sera (kiri) memberikan pendapat terkait pencalonan Gibran (Media Indonesia/Rommy Pujianto)

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku partainya masih belum memberikan keputusan terkait Pilwalkot Solo. Meski begitu, dia menganggap demokrasi akan berjalan dengan nggak sehat kalau sampai Gibran menjadi satu-satunya calon yang bertarung di Solo.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar Ismail. Dia nggak pengin Gibran hanya melawan kotak kosong nantinya.

“Sejak awal kami penginnya sebagai pemenang kedua (Pemilu 2019 di Solo), kami penginnya melawan. Artinya, istilahnya kami di Solo jangan sampai demokrasinya dengan kotak kosong,” ucapnya.

Ghofar menyebut politik di Kota Solo masih cair sehingga bisa jadi ada partai-partai yang sebelumnya merapat ke kubu Gibran, akhirnya memilih untuk berkoalisi dengan partai lain demi mengusung calon lainnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia nggak mempermasalahkan kemungkinan Gibran akan melawan kotak kosong. Menurutnya, andai hal ini benar-benar terjadi, bukan menandakan demokrasi di Kota Solo nggak berjalan dengan baik.

“Kalau yang maju cuma satu orang, yang lain merasa dia tidak punya kemampuan, kapasitas, dan keberanian untuk maju, ya nggak bisa disalahkan juga,” ucapnya pada Jumat (17/7/2020).

Selain Golkar yang sudah memastikan diri merapat ke kubu Gibran, PSI dan Gerindara juga sudah menyatakan dukungannya.

Kalau menurut kamu, apakah sebaiknya ada calon lain yang maju di Pilwalkot Solo atau nggak apa-apa kalau sampai Gibran jadi calon tunggal Wali Kota Solo, nih, Millens? (Cnn/IB09/E03)