Hendrar Prihadi Jelaskan Maksud Pernyataannya Soal Larangan Lewat Jalan Tol

Hendrar Prihadi Jelaskan Maksud Pernyataannya Soal Larangan Lewat Jalan Tol
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi angkat bicara soal "jangan lewat jalan tol". (Kumparan/Afiati Tsalistati)

Usai dikritik lantaran mengeluarkan pernyataan yang dinilai mendukung Joko Widodo, Hendrar Prihadi kembali melakukan konfirmasi. Dalam konfirmasi tersebut, Hendi mengatakan dia justru senang lantaran kinerja Jokowi akhirnya diakui banyak pihak, termasuk masyarakat.

Inibaru.id - Walikota Semarang Hendrar Prihadi kembali membuka suara terkait pernyataannya mendukung Presiden Joko Widodo dalam acara silahturahmi pengusaha se-Jawa Tengah di Kota Semarang pada Sabtu, (2/2/2018). Hendi, sapaan akrabnya, mengaku senang lantaran pihak-pihak yang kontra terhadap Jokowi mengakui bahwa sang presiden memang menunjukkan kinerja nyata untuk semua masyarakat.

"Jadi suka tidak suka diakui juga, kan, akhirnya kalau pembangunan jalan tol itu untuk masyarakat? Dan sebenarnya tidak ada yang bilang juga kalau itu milik Pak Jokowi," kata Hendi, melansir dari Kompas.com.

Politikus 47 tahun itu menambahkan meski beberapa pihak marah oleh pernyataannya, namun mereka juga mengakui bahwa pembangunan tol membawa dampak positif bagi ekonomi dan transportasi. Menurutnya, ini justru menunjukkan bahwa pernyataannya diperhatikan banyak orang. Dia mengaku tak ambil pusing jika pernyataannya memicu penafsiran ganda.

Hendi juga menilai pernyataannya dimanfaatkan sejumlah pihak mengingat debat capres dan cawapres putaran kedua akan segera dilangsungkan pada 17 Februari mendatang. Dalam debat itu pula, pembangunan infrastruktur akan menjadi salah satu hal yang dibahas sehingga para rival menggunakan isu ini untuk menyerang Jokowi.

"Justru bagus kalau mereka mengakuinya, daripada ngotot jalan tol bukan untuk kepentingan masyarakat," ujar Hendi.

Jokowi dalam kesempatan yang sama sempat pula menyindir pihak-pihak yang merasa jalan tol bukanlah kebutuhan penting. Dirinya menegaskan tidak akan pula menjelaskan pentingnya pembangunan infrastruktur pada orang-orang yang tidak memahami teori ekonomi makro.

Hendi mendapat dukungan dari Sekjen PDIP Perjuangan Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto, prestasi pemimpin seharusnya dilihat secara objektif, bukan justru digunakan untuk menggiring publik pada citra negatif. Dengan melihat secara objektif, masyarakat tak akan melihat sisi buruk pemerintahan Jokowi saja.

"Jadi jangan hanya gara-gara pemilu semua dianggap sebagai persoalan," pungkas Hasto. 

Hmm, semoga permasalahan ini nggak berlarut-larut ya, Millens. (IB15/E05)