Petani Kopi Jadi Mata Pencaharian Utama Mayoritas Warga di Takengon

Petani Kopi Jadi Mata Pencaharian Utama Mayoritas Warga di Takengon
Petani kopi di Takengon. (Katadata.co.id)

Takengon merupakan daerah penghasil kopi terbaik di Aceh. Mayoritas warga di sana adalah petani kopi. Yuk simak ceritanya.

Inibaru.id – Kopi merupakan sumber daya alam yang cukup berlimpah di Indonesia. Dari wilayah di ujung barat hingga ujung timur Indonesia memiliki kopi khas yang berbeda-beda. Sumbar daya alam yang melimpah itu tentunya berpengaruh pada sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Salah satu kota di Indonesia yang memiliki kopi khas adalah Kota Takengon. Kota yang berada di dataran tinggi Aceh Tengah, Aceh ini dikenal sebagai penghasil kopi Arabika terbaik di dunia. Kopi Takengon bahkan sudah mendunia karena rasanya yang enak.

Hal itu menarik minat warga setempat sehingga mayoritas dari mereka bertani kopi. Bila kamu berkunjung ke Takengon, kamu akan melihat banyak sekali biji-biji kopi yang sedang dijemur di atas tikar di kiri dan kanan jalan. Kamu juga akan sering melihat orang-orang sibuk mengolah biji-biji kopi mereka.

Biji kopi yang dijemur. (Ottencoffee.co.id/Mustika Treisna Yuliandri)

Di Takengon juga terdapat banyak kedai kopi. Bahkan setiap kedai, baik besar maupun kecil, mempunyai roaster machine sendiri. Saking sukanya warga dengan kopi, mereka menyeruput minuman pekat itu tanpa mengenal waktu. Baik pagi atau malam hari, warga tetap mendatangi kedai kopi dan berkumpul untuk menikmati secangkir kopi.

Kendati bukan kota besar, Takengon bisa dibilang tergolong daerah penghasil kopi yang sukses. Ini terlihat dari prestasi yang ditorehkan beberapa pengusaha kopi di sana.

Salah seorang pengusaha kopi yang sukses adalah Rahmah. Perempuan asli Takengon itu sukses mengekspor kopinya ke luar negeri. Setiap bulan, dia mengekspor kopi hingga 70 persen dari hasil produksinya ke Amerika Serikat yakni sekitar 5 sampai 6 kontainer kopi. Jumlah tersebut sesuai dengan permintaan para konsumen di Amerika.

"Kami lakukan ekspor kopi sesuai dengan permintaan, apalagi kami juga sudah banyak buyer sehingga kami harus membagikan pengirimannya. Akan tetapi, tetap, 70 persen kami ekspor ke Amerika. Selebih itu, kami ekspor ke Arab, Korea, dan Taiwan," terangnya, seperti ditulis Mediaindonesia.com, Sabtu (30/9/2017).

Selain itu, ada pemilik kebun kopi bernama Zaini yang memproduksi kopi speciality dan bubuk kopi dengan merek “Wan Geldok Coffe” serta “Rasaco”. Zaini diketahui pernah meraih anugerah “Perawatan Kopi Terbaik” se-Aceh Tengah dan penghargaan “Petani Prestasi” dari Kementerian Pertanian serta penghargaan “Petani Pelopor” dari Bappeda Aceh.

Wah, tangan-tangan petaninya saja handal seperti itu, nggak heran kalau kopi Takengon mendunia karena kenikmatannya. Nah, bagi sobat Millens yang pengin berwisata kopi di sana, sila datang pada April-Mei atau Oktober-November. Pada bulan-bulan tersebut, warga Takengon sedang panen raya kopi sehingga seluruh penjuru kota bakal beraroma kopi. Jadi, tunggu apa lagi? Cus ke sana gih. (IB07/E04)