Pesisir Selatan Jawa Rawan Gempa dan Tsunami, Bagaimana dengan Pantura?

Pesisir Selatan Jawa Rawan Gempa dan Tsunami, Bagaimana dengan Pantura?
Pantura aman dari tsunami. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

BMKG telah berkali-kali mengingatkan potensi gempa dan tsunami di Pesisir Selatan Jawa. Hanya, mengingat jarak Pesisir Selatan dan Pantura nggak jauh, apakah masyarakat Pantura juga perlu mewaspadai hal yang sama?

Inibaru.id - Masyarakat Pesisir Selatan Jawa sudah diwanti-wanti tentang risiko adanya gempa besar dan tsunami. Hanya, mengingat jarak antara pesisir utara dan pesisir selatan Pulau Jawa nggak jauh, apakah kawasan Pantai Utara (Pantura) juga rawan gempa dan tsunami?

Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara menyatakan kalau wilayah Pantai Utara Jawa Tengah cenderung aman dari potensi gempa besar yang dapat memicu gelombang tsunami. Hal ini dipastikan oleh Kepala Stasiun Geofisika tersebut, Setyoajie Prayoedhie

Dia mengatakan kalau kondisi perairan di wilayah Pantura Jateng nggak memungkinkan untuk memicu gelombang tsunami. Hal ini berbeda dengan Pesisir Selatan yang berada di zona subduksi dengan risiko kegempaan yang besar. Kondisi laut lepas juga membuatnya rawan memicu gelombang tsunami.

"Apalagi kan perairan di Pantura terhalang sama pulau-pulau besar lainnya seperti Kalimantan. Sehingga ketika semakin menuju utara, maka kondisinya semakin dalam, dan gempa yang muncul semakin kecil. Hanya di bawah 5 magnitudo," ungkap Aji, Selasa (23/7/2020).

Hanya ada sesar aktif di pesisir pantura. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Hanya ada sesar aktif di pesisir pantura. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

BMKG juga telah mendeteksi gempa-gempa kecil dengan kekuatan kisaran 3-4 magnitudo yang saat ini tersebar hampir di semua daerah di Jawa Tengah. Setyoajie menyatakan setidaknya ada 30 sesar aktif yang melintasi rumah-rumah penduduk maupun tempat-tempat umum.

"Itu kondisinya rawan bencana dan gempa bumi," tambahnya.

Sesar aktif itu terdeteksi di sepanjang Tegal, Semarang, Pati, hingga menuju Lasem, Rembang. Belakangan bahkan pihaknya mengidentifikasi ada sesar aktif yang muncul di Kalibening, Banjarnegara. Meski begitu, kekuatan gempa diprediksi kurang dari 5 Magnitudo.

Masalahnya, sesar aktif ini berada di lokasi yang dangkal, tepatnya di bebatuan yang keras. Jika sampai terjadi gempa, guncangannya bisa cukup keras dan merusak. Aji pun berharap masyarakat selalu waspada dengan risiko gempa dari sesar-sesar aktif di wilayah permukiman ini.

"Intinya dari kearifan lokal masyarakat sudah tahu cara mengatasinya. Cuma memang harus ditingkatkan pengetahuan mitigasinya. Secara historis (utara Jateng) memang belum pernah ada tsunami dan kecil kemungkinannya terjadi tsunami. Kalau rob sudah sering terjadi," ujarnya. 

Meski nggak rawan gempa besar, tetap saja kita harus waspada akan adanya kemungkinan gempa di sesar aktif, ya Millens. Pelajari mitigasi gempa dan jangan mudah percaya berita bohong, ya? (Idn/IB28/E07)