Perundungan Menandai Kemerosotan Rasa Kemanusiaan Remaja

Perundungan Menandai Kemerosotan Rasa Kemanusiaan Remaja
Rasa kemanusiaan remaja pada saat ini sedang diambang miris. (Shutterstock)

Maraknya aksi perundungan yang berakhir dengan kekerasan menunjukkan adanya kemerosotan rasa kemanusiaan yang dimiliki para pelaku. Ironis memang jika calon-calon penerus bangsa harus kehilangan rasa berharga dalam dirinya.

Inibaru.id – Kasus perundungan sejumlah anak SMA kepada pelajar SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, membuat pemerhati pendidikan anak Hardi Selamat Hood prihatin. Perundungan yang berakhir dengan kekerasan ini menandakan rasa kemanusiaan di kalangan remaja mengalami degradasi.

“Miris, anak-anak kita kehilangan karakter. Rasa kemanusiaannya hilang,” ucap Hardi kepada Antara, Jumat (12/4).

Hardi mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa perundungan dan kekerasan terhadap orang lain itu dilakukan oleh anak SMA. Bahkan sampai korban masuk rumah sakit.

Bullying sering terjadi. Cuma dilakukannya dalam konteks permainan, candaan. Guaru biasa,” ujarnya.

Pengaruh lingkungan yang ditambah dengan semakin berkembangnya media sosial dan gim, menurut Hardi, juga merupakan salah satu pemicu perilaku agresif remaja.

Senator yang juga mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam menilai ketahanan keluarga saat berinteraksi di rumah bisa jadi salah satu kunci untuk mengantisipasi kejadian yang sama.

“Kami di DPD sudah mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga, yang memaksa orang tua bertanggung jawab kepada anak,” tutupnya.

Tampaknya semua lapisan masyarakat juga patut ikut mengawasi ya, Millens, agar kejadian tersebut nggak terjadi lagi. (IB28/E05)