Menjelang Mudik Lebaran, Polisi Siapkan Jalur Darurat untuk Ambulans

Saat arus mudik Lebaran nanti, polisi menyiapkan jalur darurat untuk ambulans. Dengan adanya jalur darurat tersebut, ambulans dimungkinkan dapat sampai ke rumah sakit tepat waktu meski lalu lintas sangat padat.

Menjelang Mudik Lebaran, Polisi Siapkan Jalur Darurat untuk Ambulans
Mobil ambulans difasilitasi jalur darurat saat arus mudik Lebaran 2018. (Elshinta.com)

Inibaru.id – Ambulans bakal mendapatkan jalur khusus saat arus mudik Lebaran 2018. Jalur tersebut akan disiapkan di sepanjang jalur yang akan dilalui para pemudik. Dengan kebijakan ini, diharapkan bisa membuat ambulans tetap bisa lewat meskipun arus lalu lintas sangat padat.

Saat arus mudik dan balik Lebaran, lalu lintas pasti sangat padat bahkan nggak jarang terjadi kemacetan panjang. Padahal, cukup banyak ambulans yang harus segera tiba di rumah sakit karena membawa korban kecelakaan atau pasien penyakit tertentu yang membutuhkan bantuan medis secepatnya.

Cnnindonesia.com, Sabtu (2/6/2018) menulis, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Royke Lumowa menyebut ambulans harus bisa lewat di sepanjang jalan manapun. Jika perlu, anggota kepolisian di lapangan juga akan mengawal mobil ambulans agar bisa sampai di rumah sakit tepat waktu.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Saraswati juga mengungkapkan dukungannya pada ide penerapan jalur darurat untuk ambulans.

“Pak Kakorlantas menyebut ambulans atau mobil 119 yang sedang dalam keadaaan gawat darurat akan mendapatkan prioritas khusus dan harus diberi jalan,” ucap Saraswati.

Bila dengan cara itu ambulans tetap nggak bisa lewat, pihak Kemenkes menyediakan ambulans motor untuk memberikan pertolongan pertama.

“Ambulans motor bukanlah evakuator, melainkan sebagai solusi cadangan jika cara pertolongan darurat pertama tak bisa dilakukan,” lanjut Saraswati.

Selain itu, Kemenkes juga menyiapkan 60 pos kesehatan di sepanjang jalur mudik yang ada di Pulau Jawa. Pos kesehatan ini ada di rest area, ada pula yang terintegrasi dengan pos milik Kementerian Perhubungan, maupun pos polisi.

Pada pos kesehatan tersebut terdapat beberapa fasilitas seperti pemeriksaan kesehatan, layanan pijat refleksi, dan satu mobil ambulans yang selalu siaga. Dokter dan perawat pun ditugaskan pada pos kesehatan dengan jumlah masing-masing satu orang pada setiap pos. (IB09/E04)